top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Ganefo, Sukarno’s Attempt to Challenge the Olympics

Sukarno held Ganefo to rival the Olympics. The sporting event was triggered by Indonesia's political stance against Israel and Taiwan.

14 Mei 2023

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

A poster calling to support Ganefo was put out during the general meeting of the Youth Front in support of Dwikora (People’s Dual Command) in 1963. (The National Library of Indonesia).

  • 15 Mei 2023
  • 11 menit membaca

JAKARTA was brimming with a festive mood. Many people had been flocking to the Gelora Bung Karno Main Stadium since morning, passing Jalan Sudirman that was heavily decorated with hundreds of banners and red-and-white flags. Vehicles flooded the road that was jam-packed with enthusiastic people. The admission was free, so no one wanted to miss the rare opportunity.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Setelah memimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi masuk hutan dan menghilang. Diduga telah dibunuh Jepang, tetapi dirahasiakan sehingga makamnya tidak ditemukan.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
bottom of page