top of page

Ganefo, Sukarno’s Attempt to Challenge the Olympics

Sukarno held Ganefo to rival the Olympics. The sporting event was triggered by Indonesia's political stance against Israel and Taiwan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

A poster calling to support Ganefo was put out during the general meeting of the Youth Front in support of Dwikora (People’s Dual Command) in 1963. (The National Library of Indonesia).

15 Mei 2023
11 menit membaca

Diperbarui: 15 Apr

JAKARTA was brimming with a festive mood. Many people had been flocking to the Gelora Bung Karno Main Stadium since morning, passing Jalan Sudirman that was heavily decorated with hundreds of banners and red-and-white flags. Vehicles flooded the road that was jam-packed with enthusiastic people. The admission was free, so no one wanted to miss the rare opportunity.


At three in the afternoon, the stadium was already filled with 100,000 spectators, while many others were swarming on the other side of the gate. An hour later, President Sukarno arrived by helicopter. The opening ceremony for The Games of the New Emerging Forces (Ganefo), the grand sporting event subsequently began. One by one the contingents of each country paraded and marched while being greeted by the excited spectators.


An Indonesian athlete, Harun Al-Rasjid, ran with a torch to light the Ganefo cauldron. The blazing flame was then accompanied by the raising of the Ganefo flag and the chanting of the Ganefo hymn. The ceremonial event felt familiar, yet at the same time had great significance for the participants.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
Lagu-lagu hasil kolaborasi biasanya awet sepanjang zaman.
Lagu-lagu hasil kolaborasi biasanya awet sepanjang zaman.
Kamus bahasa Inggris Oxford yang dirumuskan dua sosok kontroversial. Diangkat ke layar lebar dalam tajuk “The Professor and the Madman”
Kamus bahasa Inggris Oxford yang dirumuskan dua sosok kontroversial. Diangkat ke layar lebar dalam tajuk “The Professor and the Madman”
Layaknya istana negeri dongeng, Alcázar berdiri megah di atas tebing berbatu dengan kastil besar dan menara-menara beratap kerucut.
Layaknya istana negeri dongeng, Alcázar berdiri megah di atas tebing berbatu dengan kastil besar dan menara-menara beratap kerucut.
Untuk kali kedua, Indonesia Week promosikan beragam budaya Indonesia. Bertepatan dengan enam dekade hubungan Indonesia-Jepang.
Untuk kali kedua, Indonesia Week promosikan beragam budaya Indonesia. Bertepatan dengan enam dekade hubungan Indonesia-Jepang.
Tak hanya diperebutkan para pesepakbola, trofi Piala Dunia juga diincar Nazi dan pencuri. Trofi pertama dilebur jadi emas batangan.
Tak hanya diperebutkan para pesepakbola, trofi Piala Dunia juga diincar Nazi dan pencuri. Trofi pertama dilebur jadi emas batangan.
Frank Lenz berkeliling dunia dengan sepeda membawa kamera dan mengirimkan catatan perjalanannya ke majalah. Ia hilang di tengah perjalanan.
Frank Lenz berkeliling dunia dengan sepeda membawa kamera dan mengirimkan catatan perjalanannya ke majalah. Ia hilang di tengah perjalanan.
transparant.png
bottom of page