UDARA dingin masih menusuk tulang pemilik tubuh-tubuh kurus tahanan kamp konsentrasi Auschwitz di awal musim semi itu, 6 Maret 1944. Kematian –entah karena dieksekusi maupun di kamar-kamar gas– bukan hal baru di sana. Satu dari ratusan nyawa yang melayang di hari itu adalah nyawa Adolf Baars, Yahudi Belanda yang pernah jadi mentor Semaoen dan guru Sukarno.
Pada dekade kedua abad ke-20, Baars bersama Henk Sneevliet memperkenalkan sosialisme dan komunisme di Hindia Belanda. Nasib keduanya setali tiga uang. Sneevliet dua tahun lebih dulu ke alam baka.
Sejak Belanda diduduki Jerman pada Mei 1940, Sneevliet jadi salah satu tokoh komunis yang diburu. Dua tahun lamanya ia bersembunyi sampai pada 6 Maret 1942 ia diciduk Nazi di Bergen op Zoom.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

















