Diperbarui: 25 Agu
WALAU ditolak bergabung ke kelompok pahlawan super Avengers, diputuskan pacarnya, dan pensiun dari kerjaan medioker sebagai sales mobil bekas, Wade Winston Wilson alias Deadpool (diperankan Ryan Reynolds) ternyata masih berharga di mata sebuah organisasi penjaga lini waktu, Time Variance Authority (TVA). Agen TVA, Mr. Paradox (Matthew Macfadyen), berniat merekrut Deadpool demi menyelamatkannya sebelum semestanya hancur.
Semesta yang ditinggali Deadpool dan teman-temannya, Bumi 10005, berangsur-angsur akan hancur. Pasalnya Logan alias Wolverine (Hugh Jackman) yang jadi entitas jangar atau sosok yang menopang eksistensi semestanya sudah tiada. Namun bukannya menerima tawaran Paradox, Deadpool justru mencuri TemPad untuk kabur melintasi semesta demi mencari Logan/Wolverine versi semesta lain.
Serumit itulah sutradara Shawn Levy membuka babak konflik Deadpool & Wolverine di 10-15 menit pertama. Film superhero yang jadi film Deadpool ketiga pasca Deadpool (2016) dan Deadpool 2 (2018) serta jadi film ke-34 dalam semesta Marvel Cinematic Universe (MCU).
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















