top of page

Kawan Westerling Tewas di Pati

Bekas komandan pasukan khusus Belanda yang berkawan dengan Westerling ini sedang ikut serta dalam Agresi Militer Belanda II ketika tertembak dadanya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Personel-personel KST sedang bersiap untuk melancarkan aksi, 1948. (Netherlands Institute for Military History/Wikipedia.org)

21 Mei
4 menit membaca

TAK hanya ke ibukota RI Yogyakarta, pada 19 Desember 1948 tentara Belanda bergerak ke daerah-daerah lain Republik Indonesia. Salah satunya Keresidenan Pati. Blora, daerah tertimur di Keresidenan Pati, berhasil ditembus pada 20 Desember 1948.

 

Di Pati, yang setelah penumpasan PKI dipimpin oleh Residen Milono, para pegawai sipil melarikan diri dari tentara Belanda ke tempat aman di bagian selatan. Di sana, pasukan Republik yang tak mampu membendung tentara Belanda, bergerilya.

 

Ke sanalah Kapten Willem Jan Scheepens (1907-1949) ikut bergerak untuk menumpas gerilya Republik Indonesia. Meskipun Pati belum pernah dijamahnya sebelum itu, Jan Scheepens punya jam terbang tinggi dalam bertempur.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi kepala polisi wilayah Banyumas pada awal kemerdekaan. Dekat dengan anak buah, Gatot berhasil memimpin pasukan dalam pertempuran Ambarawa.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
transparant.png
bottom of page