- 18 Mei
- 3 menit membaca
DI MASA revolusi, siapapun tidak ada yang benar-benar aman. Bahkan, tentara sekalipun. Hal itulah yang dialami Mayor Soekardi. Suatu hari, kepala Bagian Keuangan di sebuah resimen tentara di Yogyakarta itu dirampok dan dibunuh.
Dari pemeriksaan kemudian diketahui, pelakunya adalah Sersan Mahmud dan teman-temannya dari Pasukan 1001 Brigade Seberang, yang pernah dipimpin Mayor Andi Mattalata. Brigade Seberang, yang berisi orang-orang Sulawesi Selatan atau Sulawesi Utara yang berjuang di ibukota Yogyakarta, dekat pula dengan Letnan Kolonel Kahar Muzakkar.
Setelah ditangkap, para pelaku diperiksa oleh Kapten Frits Runtunuwu dan Kapten Felix Tuyuh sebagai komandan dan wakil komandan Sektor 1. Pelaku kemudian dipecat dan ditugaskan menyusup ke Kalimantan untuk membangun kekuatan RI di sana. Frits dan Felix juga kemudian ditugaskan ke Sulawesi membangun kekuatan RI.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

















