top of page

Soeharto Tidak Percaya Kahar Muzakkar

Pernah ada masalah dengan pejuang seberang, Soeharto lama tidak memberi tempat orang-orang Sulawesi dalam posisi kunci militer. Jenderal M. Jusuf pengecualian.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kahar Muzakkar (bertopi) dan M. Jusuf (kiri), dua panglima asal Sulawesi yang mendapat perlakuan berbeda dari Soeharto. (Repro Panglima Para Prajurit).

18 Mei
3 menit membaca

DI MASA revolusi, siapapun tidak ada yang benar-benar aman. Bahkan, tentara sekalipun. Hal itulah yang dialami Mayor Soekardi. Suatu hari, kepala Bagian Keuangan di sebuah resimen tentara di Yogyakarta itu dirampok dan dibunuh.

  

Dari pemeriksaan kemudian diketahui, pelakunya adalah Sersan Mahmud dan teman-temannya dari Pasukan 1001 Brigade Seberang, yang pernah dipimpin Mayor Andi Mattalata. Brigade Seberang, yang berisi orang-orang Sulawesi Selatan atau Sulawesi Utara yang berjuang di ibukota Yogyakarta, dekat pula dengan Letnan Kolonel Kahar Muzakkar.  

 

Setelah ditangkap, para pelaku diperiksa oleh Kapten Frits Runtunuwu dan Kapten Felix Tuyuh sebagai komandan dan wakil komandan Sektor 1. Pelaku kemudian dipecat dan ditugaskan menyusup ke Kalimantan untuk membangun kekuatan RI di sana. Frits dan Felix juga kemudian ditugaskan ke Sulawesi membangun kekuatan RI.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page