top of page

Sinong Kurir Kahar Muzakkar

Terlihat seperti bocah, lelaki berusia 28 tahun ini memberi informasi berharga tentang "dalaman" Kahar Muzakkar kepada TNI.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kolonel M. Jusuf tengah berunding dengan Kahar Muzakkar (memakai topi). Rahasia gerombolan Kahar terbongkar setelah salah satu kurirnya tertangkap. (Repro Jenderal M. Jusuf Panglima Para Prajurit).

5 Jun 2025
3 menit membaca

Diperbarui: 19 Mei

INI adalah kali ketiga dia memasuki kota Makassar setelah beberapa tahun tergabung dalam kelompok yang tidak puas dengan pemerintah pusat di Jakarta. Minggu-minggu sebelumnya dia berada di Palopo yang –berjarak sekitar 372 km dari Makassar– masih dikuasai kelompok Kahar Muzakkar.

 

Kali ini, di Makassar keberuntungan jauh darinya. Dirinya tertangkap oleh aparat pemerintah di kota tersebut. Koran Java Bode, 14 April 1954, memberitakan, kurir malang ini tertangkap pada Senin, 12 April 1954 setelah 11 hari meninggalkan Palopo. Kurir Kahar Muzakkar yang tertangkap ini kemudian diidentifikasi sebagai Sinong, yang berusia 28 tahun.

 

Setelah ditangkap, Sinong diperiksa di bawah Komandan Militer Kota Makassar Mayor Mochtar. Keesokannya, Selasa, 13 April 1954 aparat mengadakan jumpa pers dengan wartawan. Dalam jumpa pers itu Sinong mengaku dirinya masuk Makassar sebagai “kurir khusus” Kahar Muzakkar. Tugasnya adalah menilai situasi di Makassar dan menyelidiki berbagai hal.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page