- Hendri F. Isnaeni
- 20 Apr 2022
- 3 menit membaca
Diperbarui: 6 jam yang lalu
S.M. Kartosoewirjo, imam DI/TII di Jawa Barat, mengirimkan sepucuk surat kepada Kahar Muzakkar, menawarkan pimpinan Tentara Islam Indonesia (TII) di Sulawesi. Kahar menerima tawaran itu pada 20 Januari 1952.
Kahar memiliki dua komandan kepercayaan, yaitu Bahar Mattaliu dan Sjamsul Bachri. Namun, Bahar kemudian menyerah kepada pemerintah karena menentang keputusan Kahar dalam pembentukan pasukan Momok.
Kahar membentuk empat kesatuan kawakan itu untuk meningkatkan kapasitas tempur dalam melawan pasukan Republik. “Satuan-satuan ini diberinya nama Momok, kependekan dari Moment Mobile Komando,” tulis Cornelis van Dijk dalam Darul Islam, Sebuah Pemberontakan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.









