- 27 Des 2015
- 4 menit membaca
Diperbarui: 5 Jun 2025
PADA sebuah siang di tahun 2008, Boet Philippe Manuel Romphas atau biasa disingkatnya B.Ph.M. Romphas, mengenang peristiwa bersejarahnya. Dia bertemu Kahar Muzakkar dalam sebuah perundingan bersama Panglima M. Jusuf secara langsung di sebuah pantai Bone Pute di Kecamatan Larompong Selatan, Kabupaten Luwu, tahun 1962.
Romphas yang diikutkan dalam tim delegasi bersama Panglima Jusuf, juga menggunakan pakaian tentara. “Saya ditugaskan mengabadikan pertemuan itu melalui foto,” kata Romphas yang saat itu menjabat kepala kantor IPPHOS (Indonesia Press Phote Service) di Makassar untuk Indonesia Timur, cikal bakal Antara.
Namun, sebelum melakukan kunjungan, sebagai seorang Nasrani, Romphas belajar mengucapkan salam. Segala macam tetek bengek dan atribut mengenai profesi kewartawanannya ditutup. Namun, setelah pertemuan dan perbincangan antara Kahar dan Panglima Jusuf selesai, rombongan delegasi berjalan-jalan menyisir pantai. “Pak Jusuf, sudah ingatkan kalau jangan sampai ketahuan sebagai wartawan. Karena Kahar tidak suka wartawan,” kata Romphas.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.















