- 19 Jun 2024
- 4 menit membaca
Diperbarui: 5 hari yang lalu
KAMP Pengungsian Nuseirat di Deir al-Balah, Jalur Gaza, Palestina jadi salah satu kamp pengungsi yang paling dibidik tentara zionis Israel baik lewat gempuran maupun blokade bantuan kemanusiaan. Di kamp ini pula atlet legendaris Palestina Majed Abu Maraheel (kadang ditulis Abu Marahil) turut jadi korban.
Abu Maraheel menghembuskan nafas terakhir di usia 61 tahun pada 11 Juni 2024 setelah kondisi gagal ginjalnya memburuk. Keadaannya makin miris karena tak bisa mendapatkan pertolongan akibat kekurangan peralatan medis dan obat-obatan sebagai dampak diputusnya listrik oleh Israel.
“Ia seorang ikon Palestina dan ia akan terus dikenang demikian. Kami sudah berusaha untuk mengevakuasinya ke Mesir tapi kemudian pos penyeberangan Rafah diblokade (Israel) dan kondisinya terus memburuk,” ungkap seorang kerabatnya kepada Paltoday TV, dilansirMiddle East Eye, Jumat (14/6/2024).
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















