top of page

Penggerak Kaum Perempuan

Setiati menggerakkan kaum perempuan untuk memperingati satu tahun kemerdekaan Indonesia di tempat pembacaan proklamasi. Mereka terus bergerak meski dihadang tentara Gurkha.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Setiati Surasto (ketiga dari kiri) sebagai ketua delegasi ketika tiba di Uni Soviet. (Mimbar Penerangan, Tahun VII No. 8, Agustus 1956).

15 Mei
6 menit membaca

UDARA pagi menerpa wajah kaum perempuan yang berbaris di depan kantor Wani (Wanita Negara Indonesia) di gedung SKP (Sekolah Kepandaian Putri) (kemudian menjadi gedung bioskop Metropole atau Megaria) di kawasan Jalan Pegangsaan, Menteng, Jakarta, pada 17 Agustus 1946. Mereka akan pawai menuju tempat pembacaan proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur 56.


Saat itu, kediaman Presiden Sukarno menjadi kantor Sutan Sjahrir, perdana menteri merangkap menteri luar negeri. Sementara Sukarno hijrah ke Yogyakarta karena Jakarta tidak aman setelah diduduki Belanda yang membonceng Sekutu dan mendirikan NICA (Pemerintahan Sipil Hindia Belanda).


Mengenakan pakaian berwarna merah dan putih, kaum perempuan bergerak menuju Pegangsaan Timur 56. Meski diadang pasukan Gurkha, mereka terus bergerak untuk merayakan satu tahun kemerdekaan sekaligus menyaksikan peresmian Tugu Proklamasi.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Terlantar di negeri orang. Eks romusha bersama buruh Indonesia melakukan aksi propaganda, boikot, hingga pemogokan di Singapura.
bg-gray.jpg
Pengalaman dan usianya membuat Gatot Soebroto acap jadi tempat mengadu para perwira. Namanya tetap abadi di banyak tempat, mulai jalan-jalan protokol hingga RSPAD.
bg-gray.jpg
Kasus perdagangan anak di daerah transmigrasi Rawa Makmur, Kalimantan Timur ungkap kemiskinan ekstrem yang menjerat kehidupan para transmigran. Praktik korupsi aparat disinyalir biang keladinya.
bg-gray.jpg
Panglima tempur yang memadamkan gejolak di berbagai daerah. Menggagas banyak hal penting setelah aktif lagi di Angkatan Darat.
Aktor kawakan yang mencintai akting dan bisbol. Dikagumi Elvis Presley hingga jadi “anak emas” Walt Disney.
Aktor kawakan yang mencintai akting dan bisbol. Dikagumi Elvis Presley hingga jadi “anak emas” Walt Disney.
Pantomim bukan sekadar bahasa bisu. Ia seni ekspresi dengan estetika yang tak semata memancing gelak tawa.
Pantomim bukan sekadar bahasa bisu. Ia seni ekspresi dengan estetika yang tak semata memancing gelak tawa.
Merekam warga Jakarta dalam merayakan hari kemerdekaan Indonesia tahun ini. Antusiasme yang muncul lagi usai hampir dua tahun menghilang.
Merekam warga Jakarta dalam merayakan hari kemerdekaan Indonesia tahun ini. Antusiasme yang muncul lagi usai hampir dua tahun menghilang.
Beda zaman, beda lagi jiwanya. Begitu pula dengan kesantunan dalam berpolitik.
Beda zaman, beda lagi jiwanya. Begitu pula dengan kesantunan dalam berpolitik.
Ketika pemerintah Hindia Belanda tak mampu menghadapi gelombang pandemi Flu Spanyol secara menyeluruh, para sinshe muncul sebagai penyelamat.
Ketika pemerintah Hindia Belanda tak mampu menghadapi gelombang pandemi Flu Spanyol secara menyeluruh, para sinshe muncul sebagai penyelamat.
Barcelona menyambut kepulangan pahlawan Liga Champions pertamanya. Mampukah Koeman membawa Messi cs bangkit?
Barcelona menyambut kepulangan pahlawan Liga Champions pertamanya. Mampukah Koeman membawa Messi cs bangkit?
transparant.png
bottom of page