top of page

Penggerak Kaum Perempuan

Setiati menggerakkan kaum perempuan untuk memperingati satu tahun kemerdekaan Indonesia di tempat pembacaan proklamasi. Mereka terus bergerak meski dihadang tentara Gurkha.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 15 Mei
  • 6 menit membaca

UDARA pagi menerpa wajah kaum perempuan yang berbaris di depan kantor Wani (Wanita Negara Indonesia) di gedung SKP (Sekolah Kepandaian Putri) (kemudian menjadi gedung bioskop Metropole atau Megaria) di kawasan Jalan Pegangsaan, Menteng, Jakarta, pada 17 Agustus 1946. Mereka akan pawai menuju tempat pembacaan proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur 56.


Saat itu, kediaman Presiden Sukarno menjadi kantor Sutan Sjahrir, perdana menteri merangkap menteri luar negeri. Sementara Sukarno hijrah ke Yogyakarta karena Jakarta tidak aman setelah diduduki Belanda yang membonceng Sekutu dan mendirikan NICA (Pemerintahan Sipil Hindia Belanda).


Mengenakan pakaian berwarna merah dan putih, kaum perempuan bergerak menuju Pegangsaan Timur 56. Meski diadang pasukan Gurkha, mereka terus bergerak untuk merayakan satu tahun kemerdekaan sekaligus menyaksikan peresmian Tugu Proklamasi.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Selain jago catur, Sudiro muda mengisi hari-harinya semasa sekolah dengan aktif dalam pergerakan Jong Java dan kepanduan.
bg-gray.jpg
Kelahirannya disambut gembira oleh kakeknya sebagai cucu pertama. Diberinya nama Sudiro yang berarti berani. Selamat dari wabah Flu Spanyol.
bg-gray.jpg
Jejak pertama Maria Ullfah di Batavia. Membawanya masuk ke gelanggang pergerakan nasional.
bg-gray.jpg
Kewarganegaraan anggota DPR dari kalangan minoritas, E.F. Wens, dipertanyakan. Memantik polemik hingga intrik internal dalam organisasi Indo.
Perjuangan Soedirman masih belum usai. Ketika sebagian pasukan Sekutu ke Magelang, mereka berjanji tak akan mengusik kedaulatan Indonesia, tetapi para eks tentara Belanda berulah kembali.
Perjuangan Soedirman masih belum usai. Ketika sebagian pasukan Sekutu ke Magelang, mereka berjanji tak akan mengusik kedaulatan Indonesia, tetapi para eks tentara Belanda berulah kembali.
Pada masa senjanya NH Dini mengalami beberapa penurunan kesehatan. Namun ia tetap bangkit bahkan mendirikan pondok bacaan dengan bantuan teman-teman. Di akhir masa hidupnya NH Dini bahkan memenerima banyak sekali penghargaan yang membanggakan.
Pada masa senjanya NH Dini mengalami beberapa penurunan kesehatan. Namun ia tetap bangkit bahkan mendirikan pondok bacaan dengan bantuan teman-teman. Di akhir masa hidupnya NH Dini bahkan memenerima banyak sekali penghargaan yang membanggakan.
Pernikahan NH Dini dengan Yves Coffin seorang Diplomat Prancis membawanya mengembara ke berbagai negara. Dengan memiliki 2 anak tidak membuat kehidupan rumah tangganya mudah, namun sang sastrawan tetap menjadi jati dirinya.
Pernikahan NH Dini dengan Yves Coffin seorang Diplomat Prancis membawanya mengembara ke berbagai negara. Dengan memiliki 2 anak tidak membuat kehidupan rumah tangganya mudah, namun sang sastrawan tetap menjadi jati dirinya.
Kedatangan Soedirman di Yogyakarta disambut meriah oleh parade Militer. Namun, suasana berubah saat melihat kondisi Soedirman yang pucat dan kurus.
Kedatangan Soedirman di Yogyakarta disambut meriah oleh parade Militer. Namun, suasana berubah saat melihat kondisi Soedirman yang pucat dan kurus.
Ryamizard dikenal sebagai jenderal TNI yang suka bicara blak-blakan. Di puncak kariernya, ia gagal menjadi panglima TNI.
Ryamizard dikenal sebagai jenderal TNI yang suka bicara blak-blakan. Di puncak kariernya, ia gagal menjadi panglima TNI.
“Lorem ipsum” yang bertahan berabad-abad, bermula dari karya filsuf Romawi Kuno, hingga kini tak tergantikan jadi elemen penting desain grafis.
“Lorem ipsum” yang bertahan berabad-abad, bermula dari karya filsuf Romawi Kuno, hingga kini tak tergantikan jadi elemen penting desain grafis.
transparant.png
bottom of page