- 10 Mei
- 6 menit membaca
Diperbarui: 13 Mei
DARI singa hingga rusa. Hewan-hewan itu lazimnya jadi “trofi” paling prestis dalam olahraga-rekreasi berburu kalangan elite sejak dahulu. Namun seiring perjalanan waktu, muncul fenomena memuakkan, yakni orang-orang kaya dari Eropa Barat mencari tantangan baru berupa “wisata” berburu anak-anak, perempuan, hingga ibu hamil di Sarajevo ketika ibukota Bosnia dan Herzegovina itu sedang terkepung tiga dekade silam.
Begitulah yang diungkap riset terakhir jurnalis investigasi Kroasia Domagoj Margetić yang dibukukan dengan tajuk Plati I Pucaj! Tajne Sarajevskih Ijudskih Safarija (Pay and Shoot! Secrets of Sarajevo’s Human Safaris) dan dirilis awal 2026. Bukunya turut dibedah dalam Pameran Buku Internasional Sarjevo, 22-27 April 2026.
Sejatinya, buku itu bukan upaya pertama dalam menguak fenomena “Sarajevo Safari”. Isunya pertamakali jadi perhatian global sejak kemunculan dokumenter Sarajevo Safari (2022) garapan sutradara asal Slovenia, Miran Zupanić.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















