Diperbarui: 17 Agu
BEGITU wasit asal Argentina Néstor Pitana membunyikan peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan final Piala Dunia 2018, Luka Modric langsung lunglai. Para pemain Kroasia lain nampak pasrah kala para pemain Prancis berhamburan merayakan kemenangan.
Presiden Kroasia Kolinda Grabar-Kitarovic yang hadir dan turut memberikan medali, memeluk satu per satu patriotnya di lapangan hijau seraya menenangkan dan mengapresiasi mereka. Toh, mereka berhak berbangga diri. Bukan perkara receh mereka bisa memijak laga puncak.
Pencapaian baru itu patut dipuja dan dicontoh lantaran mereka berhasil melewati pencapaian timnas Kroasia di Piala Dunia 1998 yang –juga terhenti oleh Prancis di semifinal– hanya menjadi juara tiga. Pencapaian di Rusia juga mengagumkan mengingat Kroasia belum lama merdeka. Kroasia merdeka pada 25 Juni 1991 dan berhasil bangkit dari kehancuran pasca-Perang Kemerdekaan melawan Serbia (1991-1995).
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















