Beragam faktor, terutama perubahan birokrasi dan pertanian paksa, menyengsarakan rakyat sejak era kolonial hingga Jepang. Memicu konflik antara penduduk dengan penguasa. Kebanyakan dipimpin tokoh agama.
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
Komentar