top of page

Anggar untuk Hitler

Lika-liku kehidupan atlet anggar berdarah Yahudi di tengah politik rasialis Nazi. Diakui terbaik sepanjang masa namun mati muda.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Helene Julie Mayer/Foto: ushmm.org, Library of Congress.

24 Feb 2018
3 menit membaca

Diperbarui: 10 Apr

HELENE Mayer hanya ingin terus eksis sebagai atlet anggar. Dia tak peduli negara mana yang diwakilinya. Bahkan ketika banyak orang mengatakan dia egois, oportunis, hingga pengkhianat, Helene tak acuh ketika harus beraksi di bawah panji Jerman-Nazi.


Toh, Helene tetap diakui sebagai atlet anggar wanita terbaik abad ke-20. Dia menyandang titel itu berdasarkan catatan Sports Illustrated tahun 2000. Majalah olahraga terkemuka Amerika Serikat (AS) dan dunia itu juga menyelipkan namanya sebagai satu di antara 100 atlet wanita terbaik abad ke-20. Helene juga dibadikan di Hall of Fame USA Fencing atau Organisasi Anggar AS.


Lahir di Offenbach am Main, pinggiran kota Frankfurt, Jerman pada 20 Desember 1910, Helene Julie Mayer merupakan satu dari tiga bersaudara anak Ann Bertha Becker dan Ludwig Karl Mayer. Ann penganut Lutheran (Kristen Protestan) sementara Karl seorang Yahudi. Namun, Helene memiliki fisik tak lazimnya orang Yahudi melainkan seperti ras Arya Jerman: berambut pirang dan bermata biru.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page