top of page

Cricket Ala Hitler

Hitler dikenal hobi seni. Nyatanya, kemudian diketahui Hitler juga menggemari olahraga cricket.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Tim Cricket Inggris yang melawat ke Berlin pada Agustus 1937 (kiri) &amp Adolf Hitler (kanan) yang minat terhadap cricket/Foto: Repro Field of Shadows: The Remarkable True Story of the English Cricket Tour of Nazi Germany 1937, Historische Gesselschaft der Deutschen Militargeschichte

  • 2 Mar 2018
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 10 Apr

SAAT menjalani perawatan untuk menyembuhkan luka-lukanya di sebuah klinik, Kopral Adolf Hitler (kelak merupakan diktator fasis Jerman-Nazi) kerap melihat sejumlah tawanan perang Inggris memainkan cricket di kamp. Hitler penasaran.


“Suatu hari dia (Hitler) mendatangi mereka (tahanan tentara Inggris) dan bertanya, apakah dia boleh menonton 11 orang bermain cricket. Mereka membolehkannya dan tentu saja turut dijelaskan pula aturan permainannya,” tulis Oliver Locker-Lampson, seorang veteran Perang Dunia I (PD I) dalam artikel bertajuk “Adolf Hitler As I Know Him” di suratkabar Daily Mirror, 30 September 1930.


Artikel yang terpendam puluhan tahun itu terpublikasi kembali pada 2011 ketika dirilis John Simpson dalam bukunya, Unreliable Sources: How the 20th Century was Reported. Paparan Locker-Lampson itu mengungkap fakta bahwa ternyata Hitler sejak muda tak hanya hobi seni tapi juga meminati cricket.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Maria Ullfah terpikat sosialisme pada pandangan pertama. Sutan Sjahrir jadi comblangnya.
bg-gray.jpg
Buyut Ahmad Subardjo berasal dari keluarga terpandang di Aceh yang terlibat persaingan kekuasaan. Dia memilih merantau ke Jawa dan menjadi pemuka agama Islam. Anaknya mengikuti jejaknya.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah berada di dalam pusaran kontroversi penyusunan RUU Perkawinan. Berbuah manis walau penuh kompromi.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo lahir di Karawang dari keturunan bangsawan Aceh dan Jawa. Anak kesayangan mantri polisi ini pindah ke Batavia untuk melanjutkan pendidikan di sekolah Belanda.
Lorong Zaman Pamer
Lorong Zaman Pamer
Ungkapan syukur atas panen raya (Katto Bakko) yang dilakukan secara gotong royong.
Ungkapan syukur atas panen raya (Katto Bakko) yang dilakukan secara gotong royong.
Arsenal merayakan FA Cup tanpa euforia penonton di Wembley. Berbeda jauh dari suasana final di stadion ikonik itu 97 tahun silam.
Arsenal merayakan FA Cup tanpa euforia penonton di Wembley. Berbeda jauh dari suasana final di stadion ikonik itu 97 tahun silam.
Obligator tahun 1946 bermunculan. Meminta pengembalian dana dari negara.
Obligator tahun 1946 bermunculan. Meminta pengembalian dana dari negara.
Momen rekor 66 gol dalam sehari dari 10 pertandingan pada “Boxing Day” enam dekade lalu. Termasuk kekalahan pahit Manchester United 6-1.
Momen rekor 66 gol dalam sehari dari 10 pertandingan pada “Boxing Day” enam dekade lalu. Termasuk kekalahan pahit Manchester United 6-1.
Yang kita butuhkan, mungkin, bukan Nelson Mandela tapi kemauan dan keberanian untuk menebus dosa masa lalu dengan berbagai cara yang bisa memenuhi rasa keadilan.
Yang kita butuhkan, mungkin, bukan Nelson Mandela tapi kemauan dan keberanian untuk menebus dosa masa lalu dengan berbagai cara yang bisa memenuhi rasa keadilan.
transparant.png
bottom of page