- 24 Nov 2020
- 5 menit membaca
Diperbarui: 7 jam yang lalu
HARRY Goldberg dan istrinya, Rose, tiba di Jakarta pada September 1951. Dia ditugaskan oleh Jay Lovestone untuk memasuki gerakan buruh di Indonesia. Sebelumnya, dia dan Irving Brown, membantu memecah gerakan buruh di Italia. Tak lama setelah tiba di Indonesia, Goldberg mengabarkan kepada Lovestone bahwa kehadirannya diketahui oleh Presiden Sukarno.
“Kami diberitahu bahwa Sukarno tahu kami ada di sini dan apa yang kami lakukan. Kami harus memperhatikan langkah kami,” kata Goldberg sebagaimana dikutip Ted Morgan dalam A Covert Life: Jay Lovestone, Communist, Anti-Communist, and Spymaster.
Awalnya, Lovestone seorang pemimpin komunis. Dia menjabat sekretaris eksekutif Communist Party USA (CPUSA) pada 1920-an. Namun, dia kemudian keluar dan mendirikan Lovestoneite, gerakan oposisi terhadap komunis, pada 1930-an. Para anggotanya sering menyebut organisasinya Communist Party (Opposition) atau CPO.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















