- 5 Des 2020
- 6 menit membaca
Diperbarui: 12 Mei
TAMPANGNYA cakap, postur badannya tinggi, dan penampilannya simpatik. Dia memakai pakaian lengkap dengan jas dan dasi. Sikapnya sopan dan bersahabat. Diplomat Amerika Serikat itu bernama Mr. Heyman. Sementara itu, Augustin Sibarani (1925–2014), pelukis dan karikaturis terkemuka Indonesia, hanya bersepatu sandal, berkemeja agak urakan dan keringatan. Dia datang dengan agak lari-lari dari kantor redaksi Bintang Timur.
Mereka berbincang-bincang di pojok restoran di Jalan Nusantara III, Jakarta. Pembicaraan berlangsung santai, tertawa-tawa, sambil menyantap makanan dan minum bir.
Heyman bercerita bahwa dirinya veteran perang Eropa. Dia menikah dengan perempuan Jerman, Renate B. Heymann, yang dikenalnya selama masa perang. Dia kemudian menjelaskan panjang lebar tentang kebebasan berpendapat di Amerika Serikat. Dia menyebut karikatur sebagai senjata tajam untuk mengkritik.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















