- 15 Des 2020
- 5 menit membaca
AUGUSTIN Sibarani (1925-2014), karikaturis lepas, biasa nongkrong dan main catur di restoran “Sederhana” di daerah Pasar Senen, Jakarta. Pada suatu hari, dia didatangi seorang peminat karikaturnya. Dia bekerja di bagian ekspedisi penerbitan majalah dari kantor USIS (United States Information Service).
“Gaji di kantor kami besar,” katanya kepada Sibarani sambil memegang bidak catur dan melahap soto mi, kemudian minum bir.
“Kalau mau, datanglah melamar, saya kira orang Amerika senang sama seorang karikaturis,” katanya yang sayang tidak disebutkan namanya dalam memoar Augustin Sibarani, Karikatur dan Politik.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















