top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Gedung De Locomotief Belum Masuk Daftar Bangunan Bersejarah

Pemerintah Kota Semarang keliru mendata bangunan lain sebagai bekas gedung redaksi De Locomotief.

Oleh :
Historia
18 Jun 2015

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Buku inventarisasi bangunan bersejarah diterbitkan pemerintah Kota Semarang dan Lembaga Penelitian Universitas Diponegoro menyebut kantor harian De Locomotief di Jalan Kepodang Nomor 34, yang saat ini menjadi Kantor Bank Mandiri. Foto: Rukarni.

  • 19 Jun 2015
  • 1 menit membaca

MESKI berada di kawasan Kota Lama, bangunan eks kantor harian De Locomotief yang baru-baru ini roboh, ternyata tak tercatat dalam daftar inventarisasi bangunan bersejarah yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang. Dengan demikian, status bangunan itu belum dilindungi oleh Surat Keputusan Wali Kota Semarang.


Hasil penelusuran Historia menunjukkan, bangunan di Jalan Kepodang Nomor 20-22 Semarang itu tak tercatat dalam dua buku inventarisasi bangunan bersejarah yang diterbitkan pemerintah kota bersama Lembaga Penelitian Universitas Diponegoro. Inventarisasi pertama dilakukan pada tahun 1994-1995. Adapun inventarisasi kedua pada 2006.


Anehnya, di kedua buku itu, kantor harian De Locomotief justru disebut berada di Jalan Kepodang Nomor 34, yang saat ini menjadi Kantor Bank Mandiri. Padahal di lembaran koran De Locomotief tertulis dengan jelas alamat kantor redaksi koran penyokong kebijakan politik etis itu: “N.V. Dagblad De Locomotief van Hoogendorpstraat 20-22 Semarang.” Sampai sekarang, penomoran gedung di jalan yang sekarang bernama Jalan Kepodang itu tidak berubah.


Kasi Tata Tuang dan Lingkungan Hidup Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang, Nik Sutiyani, mengakui adanya kesalahan dalam proses inventarisasi bangunan bersejarah yang dilakukan oleh lembaganya. Dia berjanji akan merevisi kesalahan itu dan memasukkan bangunan lama di Jalan Kepodang 20-22 ke dalam daftar inventarisasi.


“Kalau ada kesalahan itu wajar, karena data tentang bangunan lama di Semarang sangat minim. Yang penting kita akan terus merevisi dan menambah daftar bangunan bersejarah secara berkala,” ujar Nik.


Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian

Advertisement

Jejak Perjuangan Ali Khamenei

Jejak Perjuangan Ali Khamenei

Menjadi aktivis yang melawan rezim Pahlavi, Ali Khamenei sempat dipenjara sebanyak enam kali. Bagaimana perjalanan hidupnya?
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
Cornelis Speelman di Tengah Kemelut Mataram

Cornelis Speelman di Tengah Kemelut Mataram

Perlawanan Trunajaya terhadap Mataram membuat VOC turun tangan. Cornelis Speelman ditunjuk untuk menyelesaikan kemelut tersebut.
Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Setelah memimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi masuk hutan dan menghilang. Diduga telah dibunuh Jepang, tetapi dirahasiakan sehingga makamnya tidak ditemukan.
Kala Pasukan Muslim Menggedor Eropa Lewat Iberia

Kala Pasukan Muslim Menggedor Eropa Lewat Iberia

Kekhalifahan Umayyah taklukkan Hispania lewat satu pertempuran menentukan di pengujung bulan Ramadhan.
bottom of page