- 12 Mei 2020
- 5 menit membaca
Diperbarui: 1 hari yang lalu
RUANGAN sedalam 30 kaki di bawah tanah Gedung Kekanseliran Jermanitu begitu muram. Tak ada hiasan meriah, tiada jam dinding, tamu-tamu kehormatan, apalagi katering mewah. Situasi di Führerbunker itu sunyi meski mirip neraka di luarnya karena Pertempuran Berlin (16 April-2 Mei 1945) tengah berkecamuk.
Entah tanggal 28 April malam atau 29 April dini hari, Adolf Hitler dan Eva Braunmenanti dengan sabar kedatangan seseorang pejabat yang bakal mempersatukan mereka secara resmi. Hitler berbusana jas formal seperti biasanya, sementara Eva mengenakan gaun taffeta sutera hitam yang membuatnya tetap anggun. Sebagai saksi, hadir Menteri Propaganda Joseph Goebbels dan Ketua Partai Nazi Martin Bormann.
Orang yang dinanti, Walter Wagner, akhirnya hadir juga. Ia mesti melalui perjalanan mengerikan untuk mencapai Führerbunker. Bombardir tentara Uni Soviet kian hari kian merangsek ke Führerbunker. Wagner seorang pengacara yang juga kader Partai Nazi yang bekerja di kantor Kementerian Propaganda merangkap pejabat catatan sipil di pemerintah kota (pemkot) Berlin.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















