top of page

Kisah Pertemuan Pangeran Makassar dan Padri Spanyol

Dekat dan belajar banyak ilmu modern dari orang Portugis dan Spanyol, Karaeng Karunrung sangat anti-Belanda. Tegas melawan VOC.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Istana raja Gowa. (Wereldmuseum Amsterdam/Wikimedia Commons).

7 Feb
2 menit membaca

Diperbarui: 14 Mei

OKTOBER 1657, sebuah kapal dari Manila, Filipina tiba di Pelabuhan Makassar. Dari kapal itu turunlah seorang pendeta Katolik Spanyol bernama Domingo Navarrete. Seorang pangeran Makassar dari Kerajaan Tallo yang oleh bangsa latin Eropa dipanggil Carrin Carroro atau Carrin Cronron akan ditemui sang pendeta di sebuah rumah orang kaya terpandang di sana.

 

Pangeran Carrin Cronron adalah putra dari Carrin Patin Galoa atau Carrin Patengaloan, yang dalam palafalan setempat dieja sebagai Karaeng Pattingngaloang. Sedangkan sang pangeran yang disapa Carrin Cronron adalah Karaeng Karunrung Abdul Hamid (1631-1685).

 

Pendeta Domingo Navarrete, sebagaimana dikisahkan dalam “The Travel and Controversies of Frier Domingo Navarrete” yang tersua dalam Indonesia Timur Tempo Doeloe, akhirnya bertemu pembesar Makassar itu pada siangnya. Hari berikutnya, Pendeta Domingo diantar oleh Kapten Francis Viera, yang orang Portugis pemeluk Katolik, mengunjungi istana Karaeng Karunrung.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
For Indonesia reconciliation is a necessity, yet it will not be easy to achieve.
For Indonesia reconciliation is a necessity, yet it will not be easy to achieve.
Inilah Piala Dunia, hajatan sepakbola sejagat yang selalu ditunggu. Di luar lapangan hijau ada drama-drama yang tak kalah menarik.
Inilah Piala Dunia, hajatan sepakbola sejagat yang selalu ditunggu. Di luar lapangan hijau ada drama-drama yang tak kalah menarik.
Sebuah ibukota di Skandinavia jadi jembatan politik Amerika-Rusia. Dipilih karena kenetralannya sejak Perang Dingin.
Sebuah ibukota di Skandinavia jadi jembatan politik Amerika-Rusia. Dipilih karena kenetralannya sejak Perang Dingin.
Presiden Jokowi menjadi tamu kehormatan Republic Day India. Mengikuti jejak SBY dan Sukarno.
Presiden Jokowi menjadi tamu kehormatan Republic Day India. Mengikuti jejak SBY dan Sukarno.
Tema budaya bahari dipilih untuk mengingatkan bangsa Indonesia sebagai negara kepulauan dan laut sebagai penghubungnya.
Tema budaya bahari dipilih untuk mengingatkan bangsa Indonesia sebagai negara kepulauan dan laut sebagai penghubungnya.
Warna batik pun menyala dengan sentuhan Tionghoa.
Warna batik pun menyala dengan sentuhan Tionghoa.
transparant.png
bottom of page