- 7 Feb
- 2 menit membaca
Diperbarui: 14 Mei
OKTOBER 1657, sebuah kapal dari Manila, Filipina tiba di Pelabuhan Makassar. Dari kapal itu turunlah seorang pendeta Katolik Spanyol bernama Domingo Navarrete. Seorang pangeran Makassar dari Kerajaan Tallo yang oleh bangsa latin Eropa dipanggil Carrin Carroro atau Carrin Cronron akan ditemui sang pendeta di sebuah rumah orang kaya terpandang di sana.
Pangeran Carrin Cronron adalah putra dari Carrin Patin Galoa atau Carrin Patengaloan, yang dalam palafalan setempat dieja sebagai Karaeng Pattingngaloang. Sedangkan sang pangeran yang disapa Carrin Cronron adalah Karaeng Karunrung Abdul Hamid (1631-1685).
Pendeta Domingo Navarrete, sebagaimana dikisahkan dalam “The Travel and Controversies of Frier Domingo Navarrete” yang tersua dalam Indonesia Timur Tempo Doeloe, akhirnya bertemu pembesar Makassar itu pada siangnya. Hari berikutnya, Pendeta Domingo diantar oleh Kapten Francis Viera, yang orang Portugis pemeluk Katolik, mengunjungi istana Karaeng Karunrung.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















