- Martin Sitompul

- 12 jam yang lalu
- 3 menit membaca
Diperbarui: 2 jam yang lalu
KARL BENZ, seorang insinyur otomotif Jerman, merampungkan mobil roda tiga rancangannya. Pada 29 Januari 1886, Karl mengajukan permohonan hak paten atas mobil bernama Benz Patent-Motorwagen itu. Namun, Karl tak percaya kendaraannya siap untuk melaju jarak jauh di jalan raya. Hanya ada seorang wanita yang percaya padanya. Orang itu adalah Bertha, istri Karl Benz. Seperti suaminya, Bertha juga ahli mesin dan otomotif.
Tanpa sepengetahuan Karl, pada Agustus 1888, Bertha suatu hari membawa kendaraan buatan suaminya Benz Patent-Motorwagen Number 3. Bertha membawa kedua anaknya, Eugene dan Richard sebagai penumpang. Saat itu tak ada orang yang percaya ada mobil bisa menempuh perjalanan di jalan raya. Begitu pula seorang wanita di balik kemudi. Di tengah jalan, mobil mogok. Katup tersumbat. Sistem pengapian gagal berfungsi. Namun, Bertha pantang menyerah.
Di sebuah apotek di Wiesloch, Bertha membeli 10 liter minyak ligroin dan meraciknya menjadi bensin. Manjur. Mesin mobil kembali menyala. Bertha berhasil menyelesaikan perjalanan sejauh 106 kilo meter dari Mannheim ke rumah orang tuanya di Pforzheim. Itu adalah perjalanan jarak jauh dengan mobil yang pertama di dunia. Apotek tempat Bertha membeli ligroin menjadi stasiun pengisian bahan bakar pertama di dunia. Bertha kemudian memperkenalkan penemuan suaminya dan merevolusi industri otomotif di dunia.

“Benz Patent-Motorwagen dengan paten 37435 ini diakui secara global sebagai mobil pertama di dunia. Menjadi tonggak penting dan fondasi perjalanan Mercedes-Benz dalam menghadirkan inovasi teknologi, keamanan, kenyaman, serta kemewahan hingga hari ini,” kata Donald Rachmat, CEO Mercedes-Benz Indonesia, dalam helatan “Mercedes-Benz 140 Years of Innovation” di World Beyond, Thamrin Nine, Jakarta (3/2).
Karl Benz bersama Bertha kelak menjadi pionir mobilitas modern lewat mobil-mobil produksi perusahaannya, Benz & Cie. Pada 1926, Benz & Cie merger dengan perusahaan mesin otomotif Daimler Motoren Gesellschaft (DMS) untuk membentuk Daimler-Benz. Dari sinilah kemudian diproduksi mobil-mobil dengan merek Mercedes-Benz.
“Penyatuan ini bukan sekadar penggabungan bisnis. Namun, penyatuan visi yang menciptakan standar kemewahan dan engineering tertinggi di dunia,” kata Kenny Wala, Senior Product & Pricing Manager Mercedes-Benz Indonesia.
Di Indonesia, mobil produksi Benz sudah hadir sejak zaman kolonial. Pada 1896, mobil Benz Victoria Phaeton tiba di Jawa. Pemiliknya adalah Sri Susuhunan Pakubuwono X sekaligus menobatkannya sebagai orang pribumi pertama yang punya mobil di Hindia Belanda. Ini juga menjadi mobil pertama di Hindia Belanda yang kelak menjadi Indonesia. Sri Susuhunan Pakubuwono memesan mobil itu dari Jerman melalui perusahaan dagang Prottle & Co yang berbasis di Pasar Besar, Surabaya, dengan bandrol 10.000 gulden. Raja Surakarta ini terkenal kaya raya dan memimpin keraton Surakarta ke puncak kejayaan.

Selain mobil, Mercedes-Benz kemudian memproduksi berbagai macam kendaraan, seperti truk dan bus. Ia juga merambah ke lintasan sport dengan memproduksi mobil balap bahkan kini konversi ke mobil listrik. Produsen otomotif asal Jerman yang berpusat di Stuttgart ini dikenal dengan teknologi dan keamanannya yang tinggi, serta desain mewah.
Setelah Indonesia merdeka, mobil produksi Mercedes-Benz jadi langganan kendaran resmi kepresidenan. Presiden Sukarno sesekali menggunakan Mercedes-Benz tipe 600 Pullman. Mobil ini termasuk jajaran mobil ultra-mewah pada 1960-an serta dapat dipacu dengan kecepatan mencapai 205 km/jam. Namun, Bung Karno biasanya lebih sering menunggangi Buick Eight, pabrikan Amerika Serikat yang merupakan divisi dari General Motor.
Sementara itu, dari Presiden Soeharto hingga Presiden Joko Widodo menggunakan Mercedes-Benz seri S-Class sebagai mobil dinas resmi kepresidenan. Seri S-Class mulai diproduksi sejak 1972, yang berarti Super atau Spesial. Selain desain mewah dan teknologi tinggi, mobil yang digunakan para presiden ini dilengkapi dengan body mobil antipeluru.
“Sejak akhir abad 19, Indonesia turut serta dalam perjalanan 140 tahun Mercedes-Benz yang diperkuat dengan kehadiran operasional resmi sejak 1970,” kata Donald.
Pada 1970, Mercedes-Benz secara resmi mendirikan basis operasionalnya di Indonesia di bawah PT Star Motor Indonesia. Orang Indonesia lebih terbiasa menyebutnya mobil Mercy. Pada 1982, pabrik perakitan Mercedes-Benz dibangun di Wanaherang, Bogor, di bawah kongsi Inchape dan Indomobil yang kemudian menjadi agen resmi Mercedes-Benz di Indonesia (IIDI).
“Hubungan emosional kami dengan lokasi pabrik juga sangat mendalam, bahkan nama jalan utama menujuk pabrik kami secara resmi bernama Jalan Mercedes Benz,” kata Kenny.*













Komentar