top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Cerita Presiden RI dan Mobil Mercy-nya

Mobil Mercy selalu menjadi pilihan untuk RI-1 dari masa ke masa. Masing-masing presiden punya kisah bersama mobil resminya itu.

14 Nov 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Para presiden RI dengan mobil kepresidenannya masing-masing. (Riyono Rusli/M.A. Yusuf/Historia.ID).

  • 15 Nov 2024
  • 5 menit membaca

Diperbarui: 6 Jan

MOBIL Kepresidenan “RI-1” sejatinya dirancang dengan tingkat keamanan yang tinggi dan kenyamanan paripurna. Untuk itulah, mulai dari Presiden Soeharto, B.J. Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati, Susilo Bambang Yudhoyono, Joko Widodo, hingga Prabowo Subianto menggunakan mobil buatan Mercedez-Benz sebagai kendaraan dinas resminya. Produsen otomotif terkemuka asal Jerman ini memang dikenal karena teknologi, desain, serta simbol kemewahan dan status yang melekat.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Setelah memimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi masuk hutan dan menghilang. Diduga telah dibunuh Jepang, tetapi dirahasiakan sehingga makamnya tidak ditemukan.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
bottom of page