top of page

The Man Behind the Controversial Term Tante Girang

In his novels, Motinggo Boesje weaves in elements of sexuality and eroticism that captivated readers. Toward the end of his writing career, he changed his path to serious literature.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Illustration of Motinggo Boesje. (M.A. Yusuf/Historia.ID)

29 Jun
6 menit membaca

WHEN he was thrown into prison for fighting a Dutch sergeant, Tomi shared a cell with a notorious killer. “Samber Nyawa”, or Soul Snatcher, was what the killer introduced himself as. In the cell, they wrestled and exchanged blows to prove who was the toughest. The brawl ended with a conversation about their respective lives. However, after chatting for only a short while, Samber Nyawa excused himself and left Tomi.


“Tomorrow I’m being sent to Nusakambangan,” said Samber Nyawa.


Tomi was once again overcome by loneliness. He was all alone in his cell. Suddenly, he remembered Aunt Marjati.


“She was so voluptuous, like a gazelle, sturdy, and her breath was tight, and he remembered how many times Aunt Marjati bit his shoulder as her climax was about to erupt, thrashing about like someone possessed in his strong grip, and, oh...”


That is how Motinggo Boesje skillfully weaves words in the story of Tante Marjati  (Aunt Marjati), which is suggestive and arouses the reader. He tells the story of Tomi, Narti—Tomi’s peer—, and Aunt Marjati, as well as the intimate relationships that develop among them. The story is set during the independence revolution.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Selepas meninggalkan militer, Gatot Soebroto ikut mendirikan IPKI dan lolos ke parlemen. Namun, dia mengundurkan diri karena diangkat sebagai wakil KSAD.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto nyentrik dan eksentrik dalam penampilan, perkataan, dan keyakinan. Jenderal humoris dan dekat dengan anak buah. Penyayang anak-anak dan pelindung umat Buddha.
bg-gray.jpg
Terlantar di negeri orang. Eks romusha bersama buruh Indonesia melakukan aksi propaganda, boikot, hingga pemogokan di Singapura.
bg-gray.jpg
Pengalaman dan usianya membuat Gatot Soebroto acap jadi tempat mengadu para perwira. Namanya tetap abadi di banyak tempat, mulai jalan-jalan protokol hingga RSPAD.
Inilah muasal syal, kipas bagi penguasa, jas untuk acara resmi, dan fungsi dasi.
Inilah muasal syal, kipas bagi penguasa, jas untuk acara resmi, dan fungsi dasi.
Tiada yang mustahil dalam sepakbola, termasuk ketika berpuasa. Toh, Rasulullah Saw. bersabda, “berpuasalah, niscaya kalian akan sehat.”
Tiada yang mustahil dalam sepakbola, termasuk ketika berpuasa. Toh, Rasulullah Saw. bersabda, “berpuasalah, niscaya kalian akan sehat.”
Trauma itu tak pernah hilang. Namun Kroasia tetap menatap ke depan hingga bisa berbangga dengan prestasi di Piala Dunia.
Trauma itu tak pernah hilang. Namun Kroasia tetap menatap ke depan hingga bisa berbangga dengan prestasi di Piala Dunia.
Penggunaannya untuk komunikasi telah ada sejak ribuan tahun silam. Di masa modern, merpati tetap jadi pilihan.
Penggunaannya untuk komunikasi telah ada sejak ribuan tahun silam. Di masa modern, merpati tetap jadi pilihan.
Para pengunjung dibawa tenggelam dalam sajian penuh kenangan di Festival Mesin Waktu 2019
Para pengunjung dibawa tenggelam dalam sajian penuh kenangan di Festival Mesin Waktu 2019
Secara resmi Perang Korea belum berakhir. Dan perseteruan pun masih kerap terjadi, yang antara lain diredakan dengan sebuah lapangan golf.
Secara resmi Perang Korea belum berakhir. Dan perseteruan pun masih kerap terjadi, yang antara lain diredakan dengan sebuah lapangan golf.
transparant.png
bottom of page