- 9 jam yang lalu
- 9 menit membaca
DARI lima anak, Sudiro menjadi kakek untuk 20 cucu. Ketika masih aktif menjadi wali kota Jakarta, dia hampir tak punya waktu dengan anak-anaknya. Berbeda halnya setelah pensiun. Dia punya waktu lebih banyak untuk mencurahkan kasih sayang kepada para cucunya.
“Kelihatannya dia lebih sayang sama cucu daripada sama anak,” kelakar Tanto Sudiro (79 tahun), anak bungsu Sudiro, kepada Historia.ID.
Sekali waktu, Sudiro mengumpulkan semua cucu di rumahnya di Jalan Teuku Umar 37, Menteng, Jakarta Pusat. Dia menanyai satu persatu cucunya yang masih kecil itu apa cita-citanya. Ada yang bilang ingin menjadi pengusaha, direktur, hingga duta besar. Sudiro telah menebak, salah satu cucunya bakal memberikan jawaban mencengangkan. Dia sengaja menanyainya terakhir.
“Saya mau jadi Om Gareng,” kata si cucu yang disambut gelak tawa cucu-cucu yang lain. Gareng adalah tokoh punakawan dalam pewayangan Jawa. Dia digambarkan berperawakan tidak sempurna: mata juling, hidung bulat, tangan cacat, dan kaki pincang. Namun, Gareng memiliki sifat sederhana, rendah hati, dan jenaka.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.















