Trubus melukis orang-orang terdekatnya. Pelukis kesayangan Sukarno ini menghilang setelah Peristiwa 1965. Lukisan istri dan kedua anaknya jatuh ke tangan Adam Malik.
Gula menjadi penanda status sosial dan melambangkan kekayaan karena hanya dikonsumsi para bangsawan. Keinginan akan gula yang terjangkau memicu perbudakan.
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
Pemerintah Indonesia mendesak dunia Islam lebih tegas terhadap terorisme pemukim ilegal Israel di Palestina. Isu serupa juga diserukan pada Muktamar Islam di Palestina yang dihadiri Ahmad Subardjo.
Anak juragan tanah Betawi ini dari pemain lenong sukses menjadi aktor. Meski populer dan terkenal, Pak Tile tinggal di rumah petakan di pinggir rel kereta api.
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
Keindahan air mancur rancangan Henk Ngantung tak seindah sejarahnya. Semasa Orde Baru berkuasa, karya-karya Henk Ngantung dilenyapkan dari memori publik.
Ahmad Subardjo menjadi menteri luar negeri pertama tetapi tidak berlangsung lama. Setelah berganti pemerintahan, Subardjo hidup dari penjara ke penjara semasa revolusi.
Demi mengukuhkan kekuasaannya sebagai firaun perempuan, ia mengubah citranya menjadi seorang laki-laki. Selama 3.000 tahun, ia hilang dari ingatan sejarah.
In his novels, Motinggo Boesje weaves in elements of sexuality and eroticism that captivated readers. Toward the end of his writing career, he changed his path to serious literature.
Pada masa senjanya NH Dini mengalami beberapa penurunan kesehatan. Namun ia tetap bangkit bahkan mendirikan pondok bacaan dengan bantuan teman-teman. Di akhir masa hidupnya NH Dini bahkan memenerima banyak sekali penghargaan yang membanggakan.
The term “tante girang”, which means cougar, gained popularity in the 1970s, though the phenomenon had already been emerging for two decades prior. Popular literature captured it as a social portrait in Indonesia.
Chairil Anwar dan kawan-kawan membangun majalah sastra di tengah revolusi kemerdekaan. Setelah itu, penerbitan majalah sastra menggeliat dan beririsan dengan konflik ideologis.
Peristiwa 1998 tetap hidup di ruang publik melalui novel, lagu, dan film. Karya kreatif ini menjadi medium pembelajaran tentang kekerasan negara terhadap warganya.
Majalah sastra di Indonesia merepresentasikan suasana zamannya. Sastrawan generasi pertama belum menemukan formatnya hingga sastrawan Pujangga Baru menjadi pionir.
Sebagai pengarang novel populer, Motinggo Boesje memelopori konsep tante girang. Sementara itu, Ali Shahab pengarang pertama yang mencantumkan istilah tante girang pada novelnya.
Nh. Dini sejak kecil sudah perhatian dengan nasib para perempuan yang harus tunduk kepada keluarganya dan yang ingin menentukan nasibnya sendiri. Melalui sastra, ia curahkan pergulatan-pergulatannya.
Sastra Hindia Belanda tak hanya menyajikan kisah tentang kehidupan di masa kolonial. Pembacaan kritis terhadap karya sastra tersebut memberi ruang untuk refleksi di masa kini.