Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
Pasca-Peristiwa 9/11, otoritas Amerika menyatakan kondisi udara aman. Kenyataannya berlainan. Kini arsip-arsipnya diungkap ke publik oleh Zohran Mamdani.
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
Karya-karya ikonik dari Brontë bersaudara sudah diterjemahkan dan diterbitkan dalam bahasa Indonesia. Namun, ketika awal diterbitkan di Inggris, mereka menggunakan nama pena laki-laki demi menghindari prasangka.
Banyak kampung Betawi di Jakarta yang hilang, bersalin rupa menjadi bangunan-bangunan modern simbol kota metropolitan. Sinetron Si Doel Anak Sekolahan mengkritiknya meski nyaris gagal lulus sensor.
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
Trubus melukis orang-orang terdekatnya. Pelukis kesayangan Sukarno ini menghilang setelah Peristiwa 1965. Lukisan istri dan kedua anaknya jatuh ke tangan Adam Malik.
Karya-karya ikonik dari Brontë bersaudara sudah diterjemahkan dan diterbitkan dalam bahasa Indonesia. Namun, ketika awal diterbitkan di Inggris, mereka menggunakan nama pena laki-laki demi menghindari prasangka.
In his novels, Motinggo Boesje weaves in elements of sexuality and eroticism that captivated readers. Toward the end of his writing career, he changed his path to serious literature.
Pada masa senjanya NH Dini mengalami beberapa penurunan kesehatan. Namun ia tetap bangkit bahkan mendirikan pondok bacaan dengan bantuan teman-teman. Di akhir masa hidupnya NH Dini bahkan memenerima banyak sekali penghargaan yang membanggakan.
The term “tante girang”, which means cougar, gained popularity in the 1970s, though the phenomenon had already been emerging for two decades prior. Popular literature captured it as a social portrait in Indonesia.
Chairil Anwar dan kawan-kawan membangun majalah sastra di tengah revolusi kemerdekaan. Setelah itu, penerbitan majalah sastra menggeliat dan beririsan dengan konflik ideologis.
Peristiwa 1998 tetap hidup di ruang publik melalui novel, lagu, dan film. Karya kreatif ini menjadi medium pembelajaran tentang kekerasan negara terhadap warganya.
Majalah sastra di Indonesia merepresentasikan suasana zamannya. Sastrawan generasi pertama belum menemukan formatnya hingga sastrawan Pujangga Baru menjadi pionir.
Sebagai pengarang novel populer, Motinggo Boesje memelopori konsep tante girang. Sementara itu, Ali Shahab pengarang pertama yang mencantumkan istilah tante girang pada novelnya.
Nh. Dini sejak kecil sudah perhatian dengan nasib para perempuan yang harus tunduk kepada keluarganya dan yang ingin menentukan nasibnya sendiri. Melalui sastra, ia curahkan pergulatan-pergulatannya.
Sastra Hindia Belanda tak hanya menyajikan kisah tentang kehidupan di masa kolonial. Pembacaan kritis terhadap karya sastra tersebut memberi ruang untuk refleksi di masa kini.