top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Mengenang Karya Pram yang Hilang

Dianggap mengganggu penguasa, sejumlah naskah karya Pramoedya Ananta Toer dilenyapkan. Tentara Angkatan Darat membakar perpustakaannya.

13 Feb 2025

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Pramoedya Ananta Toer dan karya-karya lanjutannya yang hilang: Gadis Pantai, Ditepi Kali Bekasi, dan Panggil Aku Kartini Saja.

Diperbarui: 28 Agu 2025

SALAH satu novel karya Pramoedya Ananta Toer, Di Tepi Kali Bekasi, mengambil latar Perang Kemerdekaan Indonesia di front timur Jakarta. Pram merampungkannya di Jakarta 13 Januari 1947. Saat itu, Pram justru sudah keluar dari ketentaran. Dia bekerja sebagai redaktur di Majalah Sadar, yang merupakan edisi Indonesia dari Majalah The Voice of Free Indonesia. Meski karakter utama dalam novelnya fiksi, karya Pram itu bernilai sejarah penting karena merekam perjuangan di sekitar Bekasi pada tahun-tahun pertama kemerdekaan. Pram menuliskan novel ini sesuai dengan kejadian, percakapan, tokoh serta situasi yang faktual. Sayang, tidak semua cerita terbungkus di dalamnya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
Jejak Raja dan Ratu Belgia di Indonesia

Jejak Raja dan Ratu Belgia di Indonesia

Dari Brussel ke Jalan Astrid di Kebun Raya Bogor. Raja dan Ratu Belgia dari berbagai masa punya cerita di Indonesia.
Sudomo Sumber Berita

Sudomo Sumber Berita

Sudomo merupakan pejabat tinggi Orde Baru yang paling sering berurusan dengan wartawan. Pernyataan hingga ocehannya jadi bahan pemberitaan.
Keruntuhan Bisnis Dasaad

Keruntuhan Bisnis Dasaad

Pada masanya, Agus Musin Dasaad mencapai puncak kejayaan bisnis pribumi. Kedekatannya dengan kekuasaan membuka banyak peluang sekaligus risiko. Ketika lanskap politik berubah, bisnisnya pun ikut goyah.
bottom of page