top of page

Mengenang Karya Pramoedya yang Hilang

Dianggap mengganggu penguasa, sejumlah naskah karya Pramoedya Ananta Toer dilenyapkan. Tentara Angkatan Darat membakar perpustakaannya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pramoedya Ananta Toer dan karya-karya lanjutannya yang hilang: Gadis Pantai, Ditepi Kali Bekasi, dan Panggil Aku Kartini Saja.

  • 14 Feb 2025
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 18 Apr

SALAH satu novel karya Pramoedya Ananta Toer, Di Tepi Kali Bekasi, mengambil latar Perang Kemerdekaan Indonesia di front timur Jakarta. Pram merampungkannya di Jakarta 13 Januari 1947. Saat itu, Pram justru sudah keluar dari ketentaran. Dia bekerja sebagai redaktur di Majalah Sadar, yang merupakan edisi Indonesia dari Majalah The Voice of Free Indonesia.


Meski karakter utama dalam novelnya fiksi, karya Pram itu bernilai sejarah penting karena merekam perjuangan di sekitar Bekasi pada tahun-tahun pertama kemerdekaan. Pram menuliskan novel ini sesuai dengan kejadian, percakapan, tokoh serta situasi yang faktual. Sayang, tidak semua cerita terbungkus di dalamnya.


“Buku ini sesungguhnya baru merupakan 1/4 daripada naskah yang sebenarnya. Sisa naskah yang 3/4 lainnya telah disita oleh Nefis (Dinas Intelijen Belanda -red.) dan sejak itu tak pernah dikembalikan,” terang Pram dalam kata penutup Di Tepi Kali Bekasi cetakan kedua, terbitan Balai Pustaka pada 1957.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Presiden Sukarno menggagas program transmigrasi Djajaloka untuk menyejahterakan eks pejuang Perang Kemerdekaan. Gejolak politik dan transisi kekuasaan menjadikannya melenceng dari tujuan awal.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo melanjutkan pendidikan ke Belanda. Dia berjejaring dengan orang-orang dari berbagai negara dalam gerakan melawan imperialisme dan kolonialisme.
bg-gray.jpg
Taklik talak dalam buku nikah pada mulanya tak digubris. Sempat dituduh hendak mengubah hukum Islam.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah menjadi menteri perempuan pertama dalam sejarah Indonesia. Mengurus diplomasi, buruh, sampai bedak dan gincu.
Ini bukan zaman Siti Nurbaya. Tapi jika kesulitan mencari pasangan, tak ada salahnya melirik biro jodoh.
Ini bukan zaman Siti Nurbaya. Tapi jika kesulitan mencari pasangan, tak ada salahnya melirik biro jodoh.
Lorong Zaman Pamer
Lorong Zaman Pamer
Perjuangan petani Kendeng menambah deretan perjuangan perempuan di Pantai Utara Jawa.
Perjuangan petani Kendeng menambah deretan perjuangan perempuan di Pantai Utara Jawa.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Witan Sulaeman mengadu nasib di Serbia, negeri Eropa Timur yang sarat sejarah sepakbola edan.
Witan Sulaeman mengadu nasib di Serbia, negeri Eropa Timur yang sarat sejarah sepakbola edan.
Berhasrat membalas dendam dan mewujudkan tuntutan, sekelompok aktivis garis keras Armenia mengebom bandara di Paris.
Berhasrat membalas dendam dan mewujudkan tuntutan, sekelompok aktivis garis keras Armenia mengebom bandara di Paris.
transparant.png
bottom of page