- Martin Sitompul

- 19 Feb 2025
- 4 menit membaca
Diperbarui: 28 Agu 2025
SEWAKTU Pramoedya Ananta Toer dianugerahi penghargaan Ramon Magsaysay dari Filipina, sejumlah sastrawan terkemuka di Indonesia bak kebakaran jenggot. Selain Mochtar Lubis, nama Taufiq Ismail termasuk yang getol berusaha menentang penghargaan itu diberikan kepada Pram. Sikap Taufik ini kemudian diikuti oleh 25 sastrawan lain. Kebanyakan berasal dari kelompok Manifes Kebudayaan (Manikebu). Demi menjegal Pram, mereka melayangkan petisi penolakan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












