- 20 Feb 2025
- 3 menit membaca
Diperbarui: 29 Des 2025
TAK ada yang begitu berkesan bagi Pramoedya Ananta Toer kala menetap di Belanda, kecuali perkenalannya dengan seorang gadis di Taman Vondel, Amsterdam. Gadis Belanda tanpa nama itu dengan ramah menyapa Pram lebih dulu. Dari perkenalan singkat itu, keduanya lantas menjalin hubungan percintaan.
“Di Belanda inilah suatu kali saya bertemu dengan noni Belanda berpacar-pacaran, sampai dengan hubungan seks,” aku Pram dalam dokumenter On The Record, “Mendengar Si Bisu Bernyanyi: Biografi Pramoedya Ananta Toer” yang diproduksi Lontar Foudation pada 1995.
Pram ke Belanda dalam rangka memenuhi undangan residensi kebudayaan yang dibiayai Yayasan Sticusa. Program yang semestinya berlangsung selama setahun itu hanya dijalani Pram separuhnya. Pram tak kerasan berkutat dengan kegiatan Sticusa. Lebih banyak nombok-nya ketimbang pemasukan. Tapi, bersentuhan dengan budaya masyarakat Belanda jadi pengalaman baru bagi Pram. Terkait hubungannya dengan gadis Belanda, Pram mengaku itu berdampak besar terhadap psikologisnya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















