top of page

Pramoedya Bicara Soeharto

Sewaktu Pram di penjara Pulau Buru, Presiden Soeharto mengiriminya sepucuk surat. Bagaimana tanggapan Pram terhadap sosok penguasa yang telah memenjarakannya selama 14 tahun itu?

loading_historia_white.gif
transparant.png

Presiden Soeharto dan Pramoedya Ananta Toer. (M.A. Yusuf/Historia.ID).

28 Feb 2025
4 menit membaca

MASA-masa produktif Pramoedya Ananta Toer sebagai sastrawan habis dalam penjara Orde Baru. Setelah Peristiwa Gerakan 30 September (G30S) 1965, Pram dikenai status tahanan politik. Total 14 tahun lamanya Pram ditahan tanpa diproses pengadilan. Waktu Pram mendekam di penjara-pembuangan Pulau Buru memasuki tahun ke-8, Presiden Soeharto berkirim surat padanya.


“Kekhilafan bagi seorang manusia adalah wajar, namun kewajaran itu harus pula ada kelanjutannya yang wajar. Yakni kejujuran, keberanian, dan kemampuan untuk menemukan kembali jalan yang benar dan dibenarkan. Semoga Tuhan Yang Maha Besar dan Maha Kasih memberi perlindungan dan bimbingan di dalam Saudara menemukan kembali jalan tersebut,” kata Soeharto dalam suratnya bertanggal 10 November 1973.


Padahal, ketika diwawancarai wartawan asing Brian May pada November 1972, Soeharto mengatakan bahwa Pram sama sekali tidak terlibat G30S. Namun, menurut Soeharto, siapa saja yang berpihak pada kekuatan yang berada di balik G30S, tidak boleh diberi hati. Pram termasuk dalam kelompok ini karena aktivitasnya dalam organisasi Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page