top of page

Ziarah Sejarah ke Petamburan (2)

Johan Kepler Panggabean merupakan pengusaha nasional sekaligus sahabat Presiden Sukarno. Perusahaannya agen tunggal mobil VW dari Jerman berakhir menyusul pergantian kekuasaan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi Johan Kepler Panggabean. (M.A. Yusuf/Historia.ID).

  • 16 Des 2025
  • 6 menit membaca

Diperbarui: 2 Mar

BERANJAK ke bagian belakang TPU Petamburan, kita akan menemukan salah satu makam yang cukup megah. Meski tak semegah mausoleum Oen Giok Khouw, makam ini tampak bersepuh marmer berwarna hitam sepenuhnya. Nisannya juga besar sehingga memuat banyak keterangan tentang siapa sosok yang dimakamkan. Sayang, bingkai kaca tempat memuat foto di sudut atas kanan nisan retak. Sehingga, potretnya pun tak terlihat jelas.


“Di sini beristirahat dengan tenang Dr. J.K. Panggabean. Usia: 84 tahun. Lahir: 21-8-1898 di Loboe Hole Tarutung. Meninggal 17-5-1982 di Jakarta,” demikian keterangan yang tertulis pada nisan.


Masih pada nisan yang sama, terukir gelar dan kedudukan J.K. Panggabean. Secara berderet disebutkan demikian: Gelar Sutan Mahopung Ompu Raja Pasang Batu ke-II (gelar adat, red); Dr. Honoris Causa; MPRS di Negara RI 1960—1968; Perwakilan HKPB; GR. (guru, red.) Huria Menteng Lama HKBP; PT Piola Building. Bagian akhir menerangkan keluarga besar J.K. Panggabean dengan anak-menantu berjumlah 16 orang, cucu 60, dan buyut 12. Keterangan pada nisan ditutup dengan ayat Alkitab yang diambil dari buku Perjanjian Lama, Mazmur 23:1.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
transparant.png
bottom of page