- 28 Jul
- 4 menit membaca
SUASANA di sekitar Hotel Sultan kini kosong melompong. Tak ada lagi tamu yang lalu lalang untuk menginap. Hanya mobil bongkar muat terlihat hilir mudik membantu proses pengosongan aset hotel. Di depan pelataran terpampang spanduk bertuliskan: “Tanah dan bangunan ini sedang dalam proses penyidikan oleh Penyidik Dittipidum Bareskrim Polri & Penyidikan Polda Metro Jaya”.
Pengosongan Hotel Sultan menyusul putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat agar lahan hotel bintang lima tersebut dikembalikan pada negara. “Eksekusinya dari bulan lalu, Mas, tanggal 18 Juni kemarin. Ini sudah masuk tahap akhir,” kata petugas keamanan kepada Historia.ID.
Di awal masa berdirinya, Hotel Sultan masih bernama Hotel Hilton Jakarta, serta masuk dalam jajaran hotel elite di Jakarta. Letaknya di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, dekat pusat bisnis dan jantung ibu kota. Ia tak sekadar akomodasi, tetapi penanda status sosial bagi kaum jetset. Penulis kisah konglomerat, William Win Yang, menyebut Hotel Hilton Jakarta menjadi hotel langganan sejumlah taipan Indonesia.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















