Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Percobaan bom nuklir-hidrogen oleh Amerika Serikat di Kepualaun Eniwetok di Pasifik merisaukan seorang anggota DPR. Mendorong pemerintah galang sikap penolakan di pentas internasional.
Memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, milisi Serbia memandu orang-orang kaya untuk “Sarajevo Safari”. Ibu hamil jadi yang termahal untuk diburu via senapan.
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
After leading the PETA uprising in Blitar, Supriyadi fled to the jungle and disappeared. It is believed that he was secretly killed by the Japanese as his body is nowhere to be found to this day.
Krisis Pertamina yang terlilit utang pada paruh kedua 1970 menyebabkan kerugian negara dalam jumlah besar. Desakan menguat untuk menyeret sang direktur utama, Ibnu Sutowo ke pengadilan.
Korupsi di tubuh Pertamina sudah santer sejak era dirut pertamanya. Kalau sekarang Pertamina main oplosan bahan bakar minyak, dulu menggelapkan laporan keuangan.
Pers membidik dugaan korupsi besar-besaran dan penyalahgunaan kekuasaan pimpinan pada manajemen PN Permina. Upaya seorang wartawan untuk melacak keterangan berujung apes.
Dijuluki si Raja Minyak, sepak terjang Ibnu Sutowo jadi sorotan publik. Mulai dari friksi dengan menteri pertambangan, gaya hidup mewah, hingga penyelewengan jabatan.