top of page

Pertamina Digerogoti Korupsi Sejak Dirut Pertama

Korupsi di tubuh Pertamina sudah santer sejak era dirut pertamanya. Kalau sekarang Pertamina main oplosan bahan bakar minyak, dulu menggelapkan laporan keuangan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ibnu Sutowo, Direktur Utama Pertamina pertama dan lambang Pertamina era 1971-2005.

16 Mar 2025
6 menit membaca

Diperbarui: 28 Jul

MEMASUKI bulan Maret 2025 ini, publik digemparkan dengan berita pengoplosan bahan bakar minyak jenis Pertamax. Yang bikin geger, aksi culas itu justru dilakukan oleh Pertamina, badan usaha milik negara (BUMN) yang mengelola industri minyak bumi Indonesia. Temuan praktik korupsi ini diungkap oleh Kejaksaan Agung, yang menyebut Pertamina melakukan pengoplosan Pertamax (Ron 92) dengan jenis Pertalite (90) yang kadar oktannya lebih rendah. Harga Pertamax diketahui lebih mahal Rp.2.500/liter ketimbang Pertalite.


“Penyidik menemukan bahwa ada RON 90 atau bahkan di bawahnya, yaitu RON 88, yang dicampur dengan RON 92. Jadi, ada praktik blending yang tidak sesuai standar,” jelas Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung Abdul Qohar dalam konferensi persnya 26 Februari 2025, dilansir dari tempo.co.


Indikasi pengoplosan mulai merebak setelah banyak pengguna Pertamax mengeluhkan kendaraan mereka menjadi rusak dan boros konsumsi bahan bakar. Atas kelancungan Pertamina itu, menurut taksiran Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin, kerugian negara mencapai Rp193,7 triliun dalam kurun waktu setahun. Angka itu bisa lebih tinggi lagi jika praktik pengoplosan ternyata telah berlangsung bertahun-tahun.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Pemilihan AM. “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado tak hanya menjadikannya walikota perempuan pertama pasca-dibubarkannya RIS. Pemilihannya juga menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
transparant.png
bottom of page