- 29 Apr 2024
- 3 menit membaca
Diperbarui: 21 Mei
SEWAKTU menjabat direktur utama (dirut) PN Permina, Ibnu Sutowo pernah dikabarkan memiliki 21 mobil pribadi. Berita seperti itu pada tahun 1967 terbilang sensitif. Sebab, pada saat yang sama perekonomian Indonesia sedang dalam pemulihan. Inflasi dan krisis ekonomi setelah gonjang-ganjing politik 1965 banyak bikin orang jatuh miskin. Cari makan saja susah, apalagi beli mobil. Pers pun berupaya mencari tahu kebenaran tentang sepak terjang Ibnu Sutowo.
Menurut seorang pejabat PN Permina Medan, di garasi rumah Ibnu Sutowo memang banyak berjejer mobil-mobil mewah berbagai tipe. Tapi, itu semua bukan kepunyaan pribadi Ibnu, melainkan kepunyaan perusahaan. Meski terjawab, keterangan itu masih belum memuaskan. Kejanggalan dalam manajemen Permina saat itu cukup disoroti oleh publik.
Beberapa kalangan pers dalam dan luar negeri mensinyalir adanya korupsi besar-besaran dan penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan Ibnu. Selain menjabat dirut Permina, Ibnu juga merangkap sebagai dirjen migas Departemen Pertambangan. Ibnu sendiri menyangkal pemberitaan dirinya termasuk rumor tentang pemeriksaan kasusnya oleh pihak berwajib. Itu semua, kata Ibnu, fitnah saja.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















