top of page

Misteri Tulang Manusia di Gua Pattiro

Di sebuah gua terpencil di tebing karst wilayah Maros ditemukan tulang belulang manusia dan fragmen tembikar. Diduga tempat penguburan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Temuan tulang manusia di Gua Pattiro, Desa Labuaja, Maros, Sulawesi Selatan. Foto: Eko Rusdianto/Historia.

22 Agu 2016
2 menit membaca

PATU (60 tahun) adalah warga kampung Pattiro, Desa Labuaja, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Di rumah panggungnya dekat sekolah dasar, dia menunjukkan jalur yang hendak kami tempuh untuk membuktikan keberadaan sebuah gua, yang dipenuhi puluhan tengkorak kepala manusia.


Patu adalah informan awal mengenai gua itu. Pada dekade tahun 1980-an dia menyaksikan sendiri gua tersebut. Ceritanya luar biasa, ada tulang tengkorak yang besar. Saya bersama tim dari Taman Nasional Bantiumurung Bulusaraung (TN Babul), penuh semangat menapaki jalur kawasan karst itu. Dari mulai medan menanjak, menurun, berhimpitan di lereng tebing dan jurang, atau melewati koridor karst.


Kami menghabiskan perjalanan hingga lima jam dengan udara yang menyengat. Mulut gua itu berada di sebuah tebing curam, dengan ketinggian sekitar 50 meter. Patu menjadi orang pertama memanjat dan memasang tali untuk pegangan tim. Tapi sesampai di lokasi, tulang kepala tengkorak sudah lenyap. Di mulut gua, selasar dari daun gugur begitu tebal, tanaman merambat juga memenuhinya. Dan sebuah bongkahan tanah bercampur batu –kemungkinan mulut gua itu pernah longsor.


Chaeril, seorang staf TN Babul mencoba mengoyak-ngoyak selasar. Dia menemukan sebuah singkapan tulang dan beberapa pecahan tembikar. Pecahan tembikar itu seukuran kepalan tangan yang terbuka. Berwarna merah dengan beberapa motif. “Ini dulu guci, seperti panci tempat memasak. Saya yang pecahkan, karena mau liat tanah betulkah,” kata Patu.


Di wilayah desa Panaikang, beberapa cerita tutur sudah mengenal keberadaan gua tengkorak tersebut, dianggap keramat, dengan kisah tulang yang panjang dan besar. Serta tengkorak kepala sebesar helm standar saat ini. Tak ada yang berani menyambangi. “Jadi saya datang melihat langsung. Itu tahun 1980-an. Dan benar, banyak sekali dan tengkorak besar-besar. berjejer di sini (di mulut gua),” kata Patu.


Arkeolog Universitas Hasanuddin, Iwan Sumantri menduga jika gua tersebut pada masa lalu dijadikan tempat penguburan (secondary burial). Di mana jenazah disimpan dan dibiarkan hingga mengering, lalu tulang belulang yang tercerai berai dimasukkan ke dalam wadah. Salah satunya adalah sebuah guci yang terbuat dari tembikar.


Dari penampakan serpihan tembikar itu, kata Iwan, kemungkinan merupakan barang yang masuk ke Sulawesi Selatan. Teknologi tembikar itu diperkirakan pada kurun waktu antara abad 16-17, yang berasal dari Sukhotay, Vietnam. Pada masa itu, Vietnam di bawah pengaruh China. “Saya kira para pedagang China-lah yang membawanya dari Vietnam masuk ke Sulawesi,” kata Iwan.


Untuk menjangkau gua itu, dalam radius jarak, sebenarnya lebih dekat melalui desa Panaikang dibanding kampung Pattiro. Namun, medan dari Panaikang menuju gua hampir dipastikan jarang tersentuh, hanya para pencari lebah hutan dan penyadap nira yang melaluinya.


Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Makassar, Rustan mengatakan, temuan dari masyarakat mengenai gua yang memiliki tinggalan arkeologis sangat membantu. “Kami akan mengecek keberadaannya,” katanya.


Namun, menelisik dari fragmen tembikar yang ditemukan di gua itu setidaknya ada gambaran mengenai motifnya yang tua, meskipun tidak khusus menandakan dari mana. Namun, demikian penemuan fragmen tembikar dalam gua-gua di Sulawesi Selatan, umum dijumpai baik dari periode tua sekitar 1000 tahun sebelum masehi, hingga dekade tahun 1950-an masa pergolakan DI/TII. “Tapi temuan tulang manusia, tentu harus dianalisis lebih jauh untuk mendapatkan detailnya,” katanya.


Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Tragedi Kanjuruhan jadi salah satu petaka terparah dalam catatan sejarah.
Tragedi Kanjuruhan jadi salah satu petaka terparah dalam catatan sejarah.
Lorenzo dan Marquez diprediksi bakal berseteru bak perseteruan Prost-Senna yang sohor sebagai persaingan tersengit di lintasan.
Lorenzo dan Marquez diprediksi bakal berseteru bak perseteruan Prost-Senna yang sohor sebagai persaingan tersengit di lintasan.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
transparant.png
bottom of page