- 29 Mar
- 8 menit membaca
Diperbarui: 3 hari yang lalu
KAMPUNG Cibuaya di Karawang geger pada suatu hari di tahun 1951. Muasalnya dari warga bernama Warsinah yang sedang menggali sumur. Bukan air yang didapat, dia malah menemukan sebuah arca. Kaget, warga awam itu pun segera melapor ke aparat setempat.
“Benda ini ditemukan oleh Pak Warsinah dari Kampung Cibuaya, ditemukan ketika ia menggali sedalam 21 meter. Patung ini setelah dilaporkan kepada Lurah Erman langsung diberikan kepada Camat pada waktu itu,” tulis sejarawan Halwany Michrob dalam artikel di Buletin Kebudayaan Jawa Barat, edisi No. 2, tahun 1976, “Beberapa Masalah dan Latar Belakang Kepurbakalaan di Indonesia”.
Belakangan, yang ditemukan Warsinah ternyata adalah arca Dewa Wisnu –kelak dikenal sebagai Arca Wisnu Cibuaya I. Kemudian pada 1957 dan 1975, berturut-turut ditemukan arca mirip sehingga disebut sebagai Wisnu Cibuaya II dan Wisnu Cibuaya III. Kampung Cibuaya pun pun mulai jadi situs penggalian para arkeolog. Semua ternyata masih berkaitan dengan sejarah Tarumanagara.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















