- 2 jam yang lalu
- 7 menit membaca
TANPA mengenal hari dan waktu, perlintasan Bulan-Bulan di Kota Bekasi senantiasa ramai dengan pengendara dan warga dari dan menuju Stasiun Bekasi. Tak jauh di arah timur, tiga jembatan rangka bajanya di atas Kali Bekasi juga dilintasi berbagai macam keretaapi.
Kali Bekasi jadi saksi bisu sibuknya masyarakat lintas peradaban. Di sanalah satu dari sedikit “warisan” peradaban Tarumanagara berada, sebagaimana tercatat dalam Prasasti Tugu. Dalam prasasti itu, nama tua Kali Bekasi adalah Sungai Candrabhaga.
Kali Bekasi yang membentang sekitar 35 kilometer panjangnya, bermula dari tempuran Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas di kawasan antara Bojong Kulur (Kabupaten Bogor) dan Jatiasih (Kota Bekasi). Sedangkan titik akhirnya di saluran inspeksi Cikarang Bekasi Laut (CBL) –yang dibangun sekitar 1970-an– di sekitar kawasan Babelan, Kabupaten Bekasi. Di masa Tarumanagara, Sungai Candrabhaga yang digali pada era Raja Purnawarman (memerintah 395-434 Masehi) dari daerah pedalaman langsung ke laut.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















