top of page

Empat Prasasti Tarumanagara (Bagian II)

Prasasti Tugu turut meriwayatkan Kali Bekasi dan Kali Cakung Lama. Satu dari tujuh prasasti penting warisan Tarumanagara.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi Tarumanagara dan wilayahya di bagian barat Pulau Jawa (Ilustrasi Historia.ID)

  • 10 Apr
  • 7 menit membaca

TANPA mengenal hari dan waktu, perlintasan Bulan-Bulan di Kota Bekasi senantiasa ramai dengan pengendara dan warga dari dan menuju Stasiun Bekasi. Tak jauh di arah timur, tiga jembatan rangka bajanya di atas Kali Bekasi juga dilintasi berbagai macam keretaapi.


Kali Bekasi jadi saksi bisu sibuknya masyarakat lintas peradaban. Di sanalah satu dari sedikit “warisan” peradaban Tarumanagara berada, sebagaimana tercatat dalam Prasasti Tugu. Dalam prasasti itu, nama tua Kali Bekasi adalah Sungai Candrabhaga.


Kali Bekasi yang membentang sekitar 35 kilometer panjangnya, bermula dari tempuran Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas di kawasan antara Bojong Kulur (Kabupaten Bogor) dan Jatiasih (Kota Bekasi). Sedangkan titik akhirnya di saluran inspeksi Cikarang Bekasi Laut (CBL) –yang dibangun sekitar 1970-an– di sekitar kawasan Babelan, Kabupaten Bekasi. Di masa Tarumanagara, Sungai Candrabhaga yang digali pada era Raja Purnawarman (memerintah 395-434 Masehi) dari daerah pedalaman langsung ke laut.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Sjahrir-Amir Sjarifoeddin memburu para oposannya. Sukarno pinjamkan mobil dan beri sangu untuk menangkap Tan Malaka dan kawan-kawannya.
bg-gray.jpg
Tan Malaka tampil pertama kali untuk menghimpun kekuatan dalam Persatuan Perjuangan. Oposisi Tan Malaka berhasil menjatuhkan Kabinet Sutan Sjahrir, namun hanya kemenangan semu.
bg-gray.jpg
Sutan Sjahrir menemui Tan Malaka untuk bekerja sama. Namun, dua tokoh Minang ini tak sejalan dalam perjuangan. Sjahrir memilih diplomasi membuat Tan Malaka oposisi.
bg-gray.jpg
Pohon ini punya narasi mitos bisa menurunkan hujan. Menarik berbagai pemerintah kolonial Eropa untuk mendapatkan dan memperkenalkan tanaman ini ke berbagai negeri jajahan.
Mesin pendingin mulanya dikembangkan untuk mengatasi penyakit tropis. Sempat dibayangi ancaman kematian karena kebocoran gas, kulkas semakin populer seiring dengan munculnya freon.
Mesin pendingin mulanya dikembangkan untuk mengatasi penyakit tropis. Sempat dibayangi ancaman kematian karena kebocoran gas, kulkas semakin populer seiring dengan munculnya freon.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
Bukan hanya manusia yang perlu disayangi. Bumi juga perlu disayangi.
Bukan hanya manusia yang perlu disayangi. Bumi juga perlu disayangi.
Korem Kota Malang menyampaikan klarifikasi sanggahannya telah melarang seminar sejarah di Universitas Negeri Malang.
Korem Kota Malang menyampaikan klarifikasi sanggahannya telah melarang seminar sejarah di Universitas Negeri Malang.
Kemendikbud RI telah meminta maaf atas absennya lema KH Hasyim Asy'ari dalam Kamus Sejarah Indonesia Jilid I. Akan segera direvisi total.
Kemendikbud RI telah meminta maaf atas absennya lema KH Hasyim Asy'ari dalam Kamus Sejarah Indonesia Jilid I. Akan segera direvisi total.
Tak dikaruniai anak, perempuan ini menanam pohon hingga hampir 70 tahun. Mengubah empat kilometer jalan gersang menjadi teduh.
Tak dikaruniai anak, perempuan ini menanam pohon hingga hampir 70 tahun. Mengubah empat kilometer jalan gersang menjadi teduh.
transparant.png
bottom of page