top of page

Masa Belia Sang Pujangga

Didikan keras ayah dan lingkungan sejak kecil membentuk Pramoedya Ananta Toer menjadi pribadi tangguh, kreatif sekaligus peduli pada lingkungan sekitar.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pramoedya Ananta Toer. Sedari kecil hingga muda, Pram mendapat tempaan keras di rumah maupun lingkungan hingga membentuk jiwanya menjadi petarung tangguh. (ANRI).

7 Feb 2025
6 menit membaca

Diperbarui: 29 Des 2025

PANDANGANNYA yang dibantu kacamata terpaku pada lembar kertas yang terselip di sebuah mesin tik tua. Kedua tangannya “melayang” di atas tuts-tuts mesin ketik yang bergantian ditekan jari-jemarinya. Serius. Begitulah penampilan Pramoedya Ananta Toer saat bekerja menyelesaikan naskah-naskah yang seolah tak pernah berhenti keluar dari kepalanya.


Tak ada banyak barang yang menemaninya selama proses berkarya. Selain peralatan tulis, hanya kacamata yang dikenakannya dan sebatang rokok di bibirnya yang menemaninya. Rokok itu terus mengeluarkan asap alias menyala.


“Saya merasa sulit untuk menulis jika saya tidak merokok,” terang Pram, sapaan akrab Pramoedya, dalam kata pengantarnya di buku Kretek: The Culture and Heritage of Indonesia’s Clove Cigarettes karya Mark Hanusz.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Mengapa dosen UI rumahnya di Ciputat, sementara kampusnya di Depok? Begini ceritanya.
bg-gray.jpg
Proyek beras sintetis Tekad menjadi skandal korupsi pada awal pemerintahan Soeharto. Dua pengusaha ditangkap di Jepang.
bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
transparant.png
bottom of page