top of page

Pramoedya dan Samin

Pramoedya Ananta Toer dan kaum Samin sama-sama berasal dari Blora. Kaum yang bersinergi dengan alam dan hidup sederhana itu kini masih dihargai.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sejumlah orang Samin menghadiri acara 100 Tahun Pramoedya Ananta Toer di Pendopo Bupati Blora. (Riyono Rusli/Historia.ID).

7 Feb 2025
3 menit membaca

Diperbarui: 29 Des 2025

SETELAH menyelesaikan perjalanan panjang dengan sebuah mobil berisi 12 orang, mereka turun di parkiran Pendopo Bupati Blora. Pakaian mereka, baik yang laki-laki maupun perempuan, semua hitam. Tak hanya tampil sederhana, mereka juga berlalu dengan sangat sopan. Selama menuju pendopo, mereka menyalami orang-orang yang menyambut. Mereka adalah pengikut Samin Surosentiko (1859-1914).


Mereka datang untuk menghadiri pembukaan “Festival Blora Seabad Pram” untuk memperingati 100 tahun kelahiran Pramoedya Ananta Toer (1925-2006) yang diadakan di Pendopo Bupati Blora. Pramoedya Ananta Toer yang disapa Pram itu merupakan sastrawan berpengaruh di Indonesia meski belum dikenal banyak orang, termasuk di Blora sendiri.


“Lebih banyak yang tidak tahu daripada yang tahu,” kata Arif Jadmiko, salah satu warga Blora yang tinggal tidak jauh dari rumah keluarga Pram di Blora.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Mengapa dosen UI rumahnya di Ciputat, sementara kampusnya di Depok? Begini ceritanya.
bg-gray.jpg
Proyek beras sintetis Tekad menjadi skandal korupsi pada awal pemerintahan Soeharto. Dua pengusaha ditangkap di Jepang.
bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
transparant.png
bottom of page