top of page

Samin Dibuang Samin Menguat

Setelah para pengikutnya menolak bayar pajak, Samin Surosentiko dibuang ke Padang oleh pemerintah kolonial.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Para pengikut Samin saat menghadiri "Festival Blora Seabad Pram" di Pendopo Bupati Blora. (Riyono Rusli/Historia.ID).

11 Feb 2025
3 menit membaca

Diperbarui: 29 Des 2025

KEHADIRAN mereka di Festival Blora Seabad Pram yang dihelat di Pendopo Bupati Blora pada 7 Februari lalu mengundang perhatian para pengunjung lain. Bukan hanya laku mereka yang lugu, tapi juga penampilan mereka yang bersahaja. Begitulah mereka para pengikut ajaran Samin. Meski dulu dicap pembangkang, kini (kaum) Samin mulai dianggap orang besar.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page