top of page

Negara Belum Menopang Seni Rupa Indonesia

Museum swasta lebih berperan dalam menopang perkembangan seni rupa. Sementara museum pemerintah masih berkutat dengan administrasi dan birokrasi.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Diskusi publik “Ekosistem Museum Seni Rupa Indonesia: Terhubung atau Terfragmentasi” di Galeri Nasional, 19 Mei 2026. (Martin Sitompul/Historia.ID).

20 Mei
3 menit membaca

INDONESIA memiliki berbagai museum seni rupa. Tersebar dari Sumatra hingga Papua. Namun, kebanyakan museum seni rupa di Indonesia terkonsentrasi di Jawa dan Bali. Ditilik dari statusnya, pada umumnya museum berada di bawah pengelolaan pemerintah. Namun, dewasa ini banyak juga museum milik kolektor maupun swasta.


“Kalau saya boleh berbicara jujur, perkembangan seri rupa Indonesia sampai hari ini sebagian besar bukan karena sistem negara yang kuat, tetapi karena sektor swasta, terutama para kolektor. Dan kalau kita melihat realitas secara objektif, sebagian besar kolektor yang menopang seni rupa Indonesia selama beberapa dekade terakhir, datang dari saudara-saudara kita warga keturunan Tionghoa,” kata seniman Teguh Osentris dalam diskusi publik “Ekosistem Museum Seni Rupa Indonesia: Terhubung atau Terfragmentasi” di Galeri Nasional, Jakarta, 19 Mei 2026.


Menurut Teguh, para kolektor swasta tak keberatan membeli karya seniman, membangun galeri, hingga mendukung pameran. Mereka juga menjaga seniman agar tetap bisa berkarya. Tanpa mereka, barangkali banyak seniman yang tenggelam. Sementara itu, negara sampai hari ini cara berpikirnya masih sangat kuat dalam administrasi dan material. Ini terlihat dari bagaimana museum-museum seni milik pemerintah dijalankan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
bg-gray.jpg
Cerita dari Museum Gatot Soebroto di Ungaran. “Rumah Prihatin” yang kaya cerita meski hanya setahun ditinggali sang jenderal.
Di balik pameran karya seni ada proses panjang dalam mempersiapkannya, mulai dari memilih karya, mengurus peminjaman koleksi, hingga menjamin keamanannya.
Di balik pameran karya seni ada proses panjang dalam mempersiapkannya, mulai dari memilih karya, mengurus peminjaman koleksi, hingga menjamin keamanannya.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Mengidolakan R.A. Kartini sejak remaja, Sujatin tak pernah lelah memperjuangkan nasib perempuan.
Mengidolakan R.A. Kartini sejak remaja, Sujatin tak pernah lelah memperjuangkan nasib perempuan.
Bukan kali ini saja pandemi mengganggu ibadah haji. Bahkan, pada masa lalu haji dianggap membahayakan.
Bukan kali ini saja pandemi mengganggu ibadah haji. Bahkan, pada masa lalu haji dianggap membahayakan.
Tim kampanye Presiden Nixon memanfaatkan intelijen untuk mengintip jeroan partai pesaingnya. Skandalnya dibongkar informan FBI dan wartawan.
Tim kampanye Presiden Nixon memanfaatkan intelijen untuk mengintip jeroan partai pesaingnya. Skandalnya dibongkar informan FBI dan wartawan.
Kota suci itu pernah merajut perdamaian antaragama di masa awal kekuasaan Arab Islam. Kini konflik peperangan mencabik-cabiknya.
Kota suci itu pernah merajut perdamaian antaragama di masa awal kekuasaan Arab Islam. Kini konflik peperangan mencabik-cabiknya.
transparant.png
bottom of page