top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Semsar Siahaan Menggali Kembali Kejahatan Negara

Pameran instalasi seni tentang kejahatan negara di masa Orde Baru. Meski menyentil penguasa, pameran dan perupanya tidak diapa-apakan.

2 Jan 2025

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Instalasi seni "Penggalian Kembali" karya Semsar Siahaan dalam pameran seni rupa Jakarta Biennale IX, 17 Desember 1993-17 Januari 1994. (Arsip IVAA).

  • 3 Jan 2025
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 31 Des 2025

SEKUMPULAN jenazah terserak dalam sebidang liang lahat di salah satu ruang terlantar galeri Taman Ismail Marzuki. Di sekeliling tembok bertuliskan mural hitam-putih. Ia melukiskan orang-orang yang dipenjara, dipasung, serta mereka yang menjadi korban kekerasan. Suram, seram, gelap. Kesan itulah yang tampak pada instalasi seni bertajuk “Penggalian Kembali” karya perupa Semsar Siahaan dalam pameran Jakarta Visual Art Biennale IX, pada 1993.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Murka karena utusannya dibantai dengan bengis, Sultan Mehmed II membalas dengan kekuatan penuh. Walau berhasil kabur, nasib Vlad Dracula berakhir tragis.
Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Setelah memimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi masuk hutan dan menghilang. Diduga telah dibunuh Jepang, tetapi dirahasiakan sehingga makamnya tidak ditemukan.
Pahit Getir Hidup Sjahrir

Pahit Getir Hidup Sjahrir

Menjelang akhir hayatnya, Sutan Sjahrir hidup sebagai tahanan dalam perawatan. Namun, justru pada saat itulah putrinya merasakan kehidupan sebagai keluarga yang utuh.
bottom of page