- 26 Mar 2025
- 4 menit membaca
KANTOR redaksi Majalah Tempo kena teror lewat pengiriman paket berisi kepala babi. Secara khusus, si peneror mengirimkannya kepada Francisca Rosana alias Cica, salah satu jurnalis Tempo yang juga host siniar “Bocor Alus”. Teror tak berhenti di paket kepala babi. Keesokan harinya, kantor Tempo mendapat kiriman lagi yang tak kalah pesan terornya, yaitu bangkai tikus dengan kepala terpotong.
Babi dan tikus sebenarnya kurang cocok ditujukan kepada jurnalis. Apalagi jurnalis kritis seperti awak media Tempo. Pakailah simbolis binatang yang lebih relevan, misalnya kancil yang terkenal cerdik dan nakal. Mengingat sifat babi yang rakus dan tikus yang suka menggerogoti, kedua binatang ini lebih tepat untuk menggambarkan karakter koruptor dan penjahat berkerah. Inilah yang menginspirasi seniman realis Semsar Siahaan pada dekade 1980-an dalam proses kreatif lukisannya bertajuk Manubilis, akronim dari manusia, binatang, dan iblis.
“Manublis merupakan penyingkatan dari tiga kombinasi kata benda: Manusia, Binatang, Iblis. Manubilis menggambarkan tiga sifat yang merupakan satu kesatuan. Manusia sebagai badannya, binatang sebagai nafsunya, dan iblis sebagai kelicikannya,” terang Semsar dalam Katalog Pameran Tunggal Semsar Siahaan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















