Diperbarui: 13 Okt
SELEPAS kematian sang ibu, Ellen Leigh, Annie Graham (Toni Collette) tak bisa hidup tenang. Arwah sang ibu seolah masih menggentayangi rumahnya. Kesuraman hidupnya diperparah dengan meninggalnya sang putri bungsu, Charlie Graham (Milly Shapiro), dengan cara mengenaskan.
Dengan plot yang berjalan lamban di awal plus iringan ilusi tata suara yang “menghiptonis” degup jantung penonton, sutradara muda (31 tahun) Ari Aster meracik suasana awal nan mencekam film pertamanya itu, Hereditary, dengan cara anti-mainstream. Film indie ber-genre horor supranatural ini tak lazimnya film-film horor Hollywood di era kekinian.
Selingan jump scare akan terasa sangat langka di film berdurasi 127 menit yang diproduksi PalmStar Media, Finch Entertainment, Windy Hill Pictures, dan A24 ini. Penonton justru lebih sering diajak menahan napas sembari menggeretakkan gigi lewat beragam adegan-adegan yang cenderung sadis seperti scene saat Charlie tewas dengan kepala terpenggal akibat terkena tiang listrik atau kala Annie kesurupan dan memenggal kepalanya sendiri dengan kabel.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















