top of page

Cara Orang Madura Naik Kasta

Rakyat jelata bisa punya gelar Raden jika berprestasi di militer. Di Barisan Madura, banyak perwira tidak berdarah biru.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 28 Agu 2025
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 8 Okt 2025

GELAR, entah itu gelar militer, kebangsawanan, ataupun keagamaan, dulu adalah hal penting di banyak daerah di Indonesia. Raden, Ksatria, Haji, Kiai dan gelar-gelar lain menjadi pembeda seseorang dengan masyarakat di lingkungannya sehingga pemiliknya akan dipandang lebih tinggi.

 

Hal itu terlihat antara lain di Madura dulu, zaman Hindia Belanda. Kiai di sana bukan hanya gelar untuk seorang guru agama yang mengelola pesantren. Di kemiliteran pun gelar Kiai ada.

 

Tersebutlah seorang perwira dari Korps Barisan Madura, Letnan Satu Kaij Djaeng Logo. Barisan adalah salah satu pasukan bantuan (hulptroepen) tentara kolonial Hindia Belanda Koninklijk Nederlandsch Indisch Leger (KNIL). Sementara “Kaij” adalah penulisan untuk “Kiai” di era 1800-an.

 

Letnan Satu Kaij Djaeng Logo, disebut Register Ridders Militaire Willemsorde Kelas Empat nomor 4258, dianugerahi Ridders Militaire Willemsorde 4e klasse berdasar Koninklijk Besluit 24 Maart 1877 Nomor 5 lima atas perannya dalam rangka operasi militer melawan Moekim IV, VI, IX, dan XXII di Aceh, 26 December 1875-9 Maret 1876.

 

Letnan Satu Kaij Djaeng Logo memimpin sebuah kompi merebut Lamkassan pada 30 Desember 1875. Di sana dia menunjukan keberanian, keteladanan, dan ketenangannya dalam memimpin pasukan yang bergerak penuh arti bagi pemerintah kolonial Hindia Belanda itu. Di masa militer Belanda hanya percaya kepada orang Belanda dan meremehkan prajurit pribumi itu, Letnan Kaij Djaeng Logo bahkan bisa bertindak layaknya perwira Eropa. Itu terjadi dari 28 Januari-7 Februari 1876 di daerah 25 Moekim.

 

Dari namanya, Letnan Satu Kaij Djaeng Logo tampak bukan seorang yang berasal kalangan darah biru alias; dia dianggap berasal dari rakyat jelata. Contoh lain adalah seseorang bernama Kaboon (1832-1906). Dia mendaftar sebagai sukarelawan KNIL dengan nama Kaboon. Tanpa ada embel-embel “Raden” di depan namanya.

 

Koran Het Vaderland tanggal 22 Maret 1931 memberitakan, Kaboon yang pada usia 16 tahun tergabung di Batalyon Infanteri ke-3 KNIL di Surabaya ini dengan cepat menjadi kopral lalu sersan. Dia ikut perang di Bali, Kalimantan, dan Sumatra. Dia termasuk prajurit yang menonjol, bahkan salah satu pemegang bintang Ridders Militaire Willemsorde kelas empat. Pada  3 Juni 1859, Kaboon diangkat menjadi pembantu letnan Korps Barisan Madura. Di Barisan Madura dia mencapai pangkat kolonel tituler.

 

Tak hanya pangkat militer, Kaboon yang kemudian punya nama Majang Koro ini mendapatkan pula gelar “Raden” ketika menjadi perwira di Korps Barisan. Ketika berpangkat mayor, nama lengkap Kaboon adalah Mayor Raden Demang Majang Koro.  Setelah letnan kolonel, gelar kebangsawanannya naik lagi, menjadi Raden Ario Majang Koro.

 

Korps Barisan tampaknya menjadi jalan bagi orang kebanyakan alias rakyat jelata untuk menjadi orang yang punya gelar. Tak peduli itu Korps Barisan di Bangkalan, Pemekasan, dan Sumenep. Kebanyakan perwira memang dari garis bangsawan, namun ada orang kebanyakan di sana. Bintaranya tentu saja banyak. Di Korps Barisan Bangkalan, yang paling dekat dengan Surabaya, banyak orang dari rakyat jelata punya posisi cukup baik. Setidaknya bintara di dalam korps tersebut. Mereka kadang punya gelar Mas, Kyai atau Kyai Mas.

 

“Mengingat gelar-gelar mas, kyai, dan kyai mas bukan menjadi gelar bangsawan, dapat dikatakan bahwa sampai pada pelaksanaan pemerintahan langsung separuh dari perwira-perwira barisan adalah orang-orang kebanyakan,” kata Kuntowijoyo dalam Perubahan Sosial dalam Masyarakat Agraris: Madura 1850-1940.

 

Kuntowijoyo melanjutkan, “pemberian gelar kebangsawanan kepada mantri menimbulkan kesulitan.” Kesulitan yang dimaksud yakni dalam menandai mana bangsawan mana orang biasa. 

 

Status sosial itu namun memudar pengaruhnya di Madura pada abad ke-19. Darah dan keturunan tak lebih penting daripada kepribadian dalam posisi yang dicapai dalam pemerintahan. Akibatnya, Madura tampak lebih maju daripada Jawa yang masih kuat memandang garis keturunan. Kaboon dan Djaeng Logo contoh orang Madura yang naik "kasta" melalui jalur militer yang bernama Barisan. Namun, contoh ini tidaklah banyak.*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
As one of the seven important inscriptions from the Tarumanagara heritage, the Tugu Inscription mentions the Bekasi River and the Old Cakung River that exist until today.
bg-gray.jpg
Seorang kiai kampung diadili karena dianggap mengingkari syariat. Sebuah kritik atas pembacaan Serat Cebolek.
bg-gray.jpg
Henk Ngantung menjadi satu-satunya gubernur Jakarta yang berasal dari kalangan seniman. Namun, kehidupannya tak seindah guratan pada lukisan dan sketsanya.
bg-gray.jpg
In addition to the epigraphs found on the seven inscriptions, historical sources regarding Tarumanagara also come from statues and temples at two archaeological sites.
Karena susu sapi mahal dan bergantung pada impor, pemerintah membuat susu alternatif terbuat dari kedelai untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi dan anak-anak.
Karena susu sapi mahal dan bergantung pada impor, pemerintah membuat susu alternatif terbuat dari kedelai untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi dan anak-anak.
Peristiwa 1998 tetap hidup di ruang publik melalui novel, lagu, dan film. Karya kreatif ini menjadi medium pembelajaran tentang kekerasan negara terhadap warganya.
Peristiwa 1998 tetap hidup di ruang publik melalui novel, lagu, dan film. Karya kreatif ini menjadi medium pembelajaran tentang kekerasan negara terhadap warganya.
Depresi Besar membuat banyak orang Amerika Serikat kehilangan pekerjaan dan kesulitan keuangan. Permainan monopoli diminati karena menawarkan sensasi menjadi orang kaya meski hanya imajinasi.
Depresi Besar membuat banyak orang Amerika Serikat kehilangan pekerjaan dan kesulitan keuangan. Permainan monopoli diminati karena menawarkan sensasi menjadi orang kaya meski hanya imajinasi.
Pasal 33 dan Pasal 34 dalam UUD 1945 dirumuskan panitia khusus pimpinan Bung Hatta. Kakek Prabowo dan kakek Anies Baswedan turut serta di dalamnya.
Pasal 33 dan Pasal 34 dalam UUD 1945 dirumuskan panitia khusus pimpinan Bung Hatta. Kakek Prabowo dan kakek Anies Baswedan turut serta di dalamnya.
Bekas komandan pasukan khusus Belanda yang berkawan dengan Westerling ini sedang ikut serta dalam Agresi Militer Belanda II ketika tertembak dadanya.
Bekas komandan pasukan khusus Belanda yang berkawan dengan Westerling ini sedang ikut serta dalam Agresi Militer Belanda II ketika tertembak dadanya.
Museum swasta lebih berperan dalam menopang perkembangan seni rupa. Sementara museum pemerintah masih berkutat dengan administrasi dan birokrasi.
Museum swasta lebih berperan dalam menopang perkembangan seni rupa. Sementara museum pemerintah masih berkutat dengan administrasi dan birokrasi.
transparant.png
bottom of page