- 28 Agu 2025
- 3 menit membaca
GELAR, entah itu gelar militer, kebangsawanan, ataupun keagamaan, dulu adalah hal penting di banyak daerah di Indonesia. Raden, Ksatria, Haji, Kiai dan gelar-gelar lain menjadi pembeda seseorang dengan masyarakat di lingkungannya sehingga pemiliknya akan dipandang lebih tinggi.
Hal itu terlihat antara lain di Madura dulu, zaman Hindia Belanda. Kiai di sana bukan hanya gelar untuk seorang guru agama yang mengelola pesantren. Di kemiliteran pun gelar Kiai ada.
Tersebutlah seorang perwira dari Korps Barisan Madura, Letnan Satu Kaij Djaeng Logo. Barisan adalah salah satu pasukan bantuan (hulptroepen) tentara kolonial Hindia Belanda Koninklijk Nederlandsch Indisch Leger (KNIL). Sementara “Kaij” adalah penulisan untuk “Kiai” di era 1800-an.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

















