top of page

Korupsi Ala Tentara di Madura

Komandan Korps Barisan Madura menahan banyak uang bagi pasukannya. Hilangnya teropong membuat kasusnya terbuka.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi seorang perwira di Barisan Madura. (Wereldmuseum)

29 Agu 2025
2 menit membaca

LETNAN Dua Ario Mangkoediningrat baru saja naik pangkat. Dia pun mengadakan syukuran kecil-kecilan di rumahnya atas kenaikan pangkatnya. Entah karena kecil-kecilan atau alasan lain, Mangkoediningrat tak mengundang Kapten Raden Ario Tjitrokoesoemo, komandannya di Kompi ke-3 Korps Barisan Madura di Sumenep.  

 

Maka, ketika bersua dalam sebuah parade, Kapten Raden Ario iseng-iseng bertanya kepada Letnan Mangkoediningrat mengapa dirinya tidak diundang di acara syukuran tadi. Letnan itu menjawab bahwa dirinyaa tak punya cukup uang. Dari 1000 gulden yang seharusnya diterima, dirinya hanya diberi 280 gulden. Sisa yang 720 gulden masih dipegang oleh komandan Korps Barisan.

 

“Pastinya kau akan mendapatkan uang itu kembali," kata Kapten Raden Ario.

 

“Ya, mungkin,” balas si letnan yang tampak pasrah.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
Pewarta foto Historia.id untuk kedua kalinya meraih penghargaan APFI, ajang tertinggi pewarta foto di Indonesia.
Pewarta foto Historia.id untuk kedua kalinya meraih penghargaan APFI, ajang tertinggi pewarta foto di Indonesia.
Periode revolusi kemerdekaan pada 1945-1950 terjejaki dalam ratusan karya fotografi.
Periode revolusi kemerdekaan pada 1945-1950 terjejaki dalam ratusan karya fotografi.
Film fiksi sains dan fantasi lahir karena ketakutan pada komunisme, nuklir, dan dunia yang terkomputerisasi.
Film fiksi sains dan fantasi lahir karena ketakutan pada komunisme, nuklir, dan dunia yang terkomputerisasi.
Kapal yang mengantar rombongan tim dan trofi Piala Dunia edisi perdana. Merana di tengah gejolak Perang Dunia II
Kapal yang mengantar rombongan tim dan trofi Piala Dunia edisi perdana. Merana di tengah gejolak Perang Dunia II
Pembunuh berdarah dingin Inggris di kotak penalti lawan. Dikenang dan dihormati sampai ke Italia.
Pembunuh berdarah dingin Inggris di kotak penalti lawan. Dikenang dan dihormati sampai ke Italia.
Dua kisah tentang kolonialisme Belanda. Beda cara datang, beda pula cara pulangnya.
Dua kisah tentang kolonialisme Belanda. Beda cara datang, beda pula cara pulangnya.
transparant.png
bottom of page