top of page

Bung Karno, Presiden Asia Pertama ke Amerika Latin

Presiden Sukarno merupakan kepala negara Asia pertama yang melakukan kunjungan resmi ke negara-negara Amerika Selatan. Ia membawa pesan persahabatan dari rakyat Indonesia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Presiden Sukarno di Bandara Ezeiza, Buenos Aires, Argentina, pada 21 Mei 1959 dalam rangkaian kunjungan ke negara-negara Amerika Latin. (kemlu.go.id).

12 Jun 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 17 Mei

TEMBAKAN kehormatan berdentum sebanyak 22 kali ke atas udara ketika Presiden Sukarno menginjakan kaki di Rio de Janeiro, ibu kota Brazil. Biasanya tembakan kehormatan dilepaskan sebanyak 21 kali untuk menyongsong tamu agung. Presiden Juscelino Kubitschek, wakil presiden, dan seluruh menteri kabinet pemerintah Brazil menyambut langsung kedatangan Bung Karno di lapangan terbang Rio de Janeiro pada 17 Mei 1959.


“Presiden Sukarno adalah seorang tokoh Asia pertama yang melawat ke Amerika Latin, dan mungkin karena terlalu gembira atau jadi perlambang, dentuman meriam yang semestinya 21 kali diletuskan 22 kali,” lansir mingguan Istimewa, 31 Mei 1959.


Kedatangan Presiden Sukarno ke Brazil merupakan rangkaian lawatannya ke berbagai negara sejak Maret 1959. Bung Karno bertolak ke Amerika Selatan dari Roma setelah menyelesaikan kunjungan kenegaraanya di Eropa. Selain Brazil, Sukarno juga mengagendakan kunjungan ke negara-negara Amerika Latin lainnya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page