- Ariyanto Mahardika
- 21 jam yang lalu
- 7 menit membaca
DI kaki Gunung Sindoro–Sumbing, ikatan keluarga menjadi infrastruktur sosial yang menopang ekonomi lokal selama lebih dari satu abad. Rumah-rumah tua bergaya Indies berdiri di antara gudang-gudang tembakau yang sibuk setiap musim panen. Parakan, yang dulu masuk dalam kawasan Keresidenan Kedu, merupakan simpul vital bagi perdagangan tembakau rakyat.
Di Kedu, sejak akhir abad ke-18, petani secara turun-temurun menanam tembakau varietas lokal. Para pedagang Tionghoa menjadi penghubung utama antara petani dan pasar. Jaringan pasar ini sangat luas, mencakup sentra industri rokok di Jawa hingga bursa komoditas di luar Jawa dan Eropa.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












