top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Juragan Tembakau dari Parakan

Rumah keluarga Siek di Parakan menyimpan kejayaan masa lalu dalam perdagangan gambir hingga tembakau di Jawa.

Oleh :
Historia
9 Jan 2026

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Rumah Siek Kiem Ing (SKI) di Jalan Jumadi Parakan, yang sedang direnovasi. (Ariyanto Mahardika).

  • 10 Jan
  • 6 menit membaca

MULUT Jalan Jumadi (dulu bernama Jalan Sebokarang) seakan membuka halaman dari buku tua. Dinding-dindingnya penuh mural. Sekitar seratus meter ke dalam, sebuah rumah tua berdiri kokoh dan menyimpan kisah kejayaan keluarga terpandang di Parakan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.


Kemegahan masa lalunya masih terlihat jelas pada pelataran luas berlantai lempengan batu kali yang kokoh. Untuk mencapai beranda, terdapat tiga anak tangga. Beranda itu memiliki langit-langit tinggi. Struktur kuda-kudanya berwarna cokelat manggis tampak megah dan kokoh. Penghuni rumah ini bisa dikenali dari aksen huruf di gerbang besi yang bertuliskan: “SKI”, singkatan dari Siek Kiem Ing.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Murka karena utusannya dibantai dengan bengis, Sultan Mehmed II membalas dengan kekuatan penuh. Walau berhasil kabur, nasib Vlad Dracula berakhir tragis.
Pahit Getir Hidup Sjahrir

Pahit Getir Hidup Sjahrir

Menjelang akhir hayatnya, Sutan Sjahrir hidup sebagai tahanan dalam perawatan. Namun, justru pada saat itulah putrinya merasakan kehidupan sebagai keluarga yang utuh.
Gowa Masuk Islam

Gowa Masuk Islam

Islamisasi di Gowa dan Makassar makan waktu panjang meskipun raja-raja di sana sangat terbuka.
Pusat Listrik Negara di Medan Merdeka

Pusat Listrik Negara di Medan Merdeka

Menikmati secangkir kopi di sebuah kedai yang dulunya berperan dalam penerangan kota. Bangunan ini menjadi perusahaan pemasok listrik sejak masa kolonial.
bottom of page